KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Predator anak di Tapanuli Selatan ternyata sodomi 42 bocah

Selasa, 21 Maret 2017 03:32 Reporter : Yan Muhardiansyah
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi terus mengembangkan kasus sodomi terhadap anak-anak di Desa Janji Manaon, Batang Angkola, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumut. Korban ternyata mencapai 42 orang, 5 di antaranya ada di Jakarta. Awalnya jumlah korban dilaporkan 17 orang. Namun, tersangka pelaku SAH (35) mengakui korbannya jauh lebih banyak.

SAH mengaku mulai melakukan perbuatan bejatnya pada 2004, saat dia merantau ke Jakarta Timur. Selama menetap di sana hingga 2006, pemuda ini telah melakukan aksi pencabulan terhadap 5 anak.

"Selama di Jakarta Timur, tersangka telah menyodomi 5 anak. Tapi dia tidak ingat identitas ke-5 korban," ujar Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Jama K Purba, Senin (20/3).

Dari Jakarta, SAH merantau ke Semarang hingga 2011. Di kota ini dia mengaku tidak pernah melakukan pencabulan. Kemudian, SAH merantau lagi ke Tanjung Pura, Langkat, Sumut. Sejak menetap di sini pada pertengahan 2011 hingga 2013, dia menyodomi 7 bocah.

Pada 2013, SAH yang tidak lagi memiliki pekerjaan memutuskan untuk pulang ke Desa Janji Manaon, Batang Angkola, Tapsel. Di kampung halamannya ini, dia kembali mencabuli anak-anak.

Awalnya warga mendata 17 anak laki-laki usia 5-12 tahun menjadi korbannya. Belakangan, tersangka SAH mengaku korbannya di kampung ini mencapai 30 anak selama 4 tahun belakangan. "Total korbannya itu berjumlah 42 anak," imbuhnya.

Polisi terus memeriksa SAH. Sejauh ini dia dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan terhadap UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Seperti diberitakan, SAH dibekuk polisi di Jalan Denai, Medan, Sabtu (18/3). Dia ditangkap setelah dilaporkan warga yang melaporkan perbuatannya ke Polres Tapanuli Selatan, Senin (6/3).

Pencabulan ini terbongkar pekan lalu saat seorang anak laki-laki berinisial RAH bercerita pada ayahnya NH. Bocah yang masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak ini menceritakan semua perbuatan SAH.

Saat pihak keluarga mengadukan peristiwa itu ke polisi, SAH melarikan diri. Dia baru tertangkap 12 hari kemudian.

[noe]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.