Prajurit TNI AU tewas saat pendidikan alami gagal fungsi otak & paru

Sabtu, 4 Juni 2016 18:41 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Prajurit TNI AU tewas saat pendidikan alami gagal fungsi otak & paru Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Merdeka.com - Serda Septian Wahyu Sarjono, prajurit TNI AU, meninggal dunia saat menempuh Sekolah Kejuruan Dasar Listrik dan Elektronika Skadron Pendidikan 203 angkatan 42 di Lanud Sulaiman. Septian diduga dianiaya pengasuhnya yang berpangkat Mayor.

Belum diketahui penyebab kematian Septian. Termasuk ada tindak kekerasan yang terjadi atau tidak. Namun hasil medis menyebut Septian sempat tidak sadarkan diri dan mengalami penurunan kondisi usai apel Kamis (2/6) malam.

"Jadi kalau saya sampaikan, hasil dari rumah sakit. Penyebab (meninggalnya Septian) disebabkan gagalnya fungsi otak, jantung, ginjal dan paru. Semua kegagalan ini disebabkan menurunnya kondisi. Akhirnya beliau meninggalkan kita semua," ungkap Danlanud TNI AU Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Syafii, dalam jumpa persnya di Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/6).

Sebab penurunan kondisi itu, kata dia, belum bisa disampaikan saat ini. Sebab belum ada bukti yang mengarah bahwa korban menjadi korban kekerasan.

"Ini masih harus dicari tahu (penyebab meninggalnya). Siswa saya ini direkrut dengan biaya yang mahal oleh TNI AU. Dokter hanya bisa memberikan keterangan bahwa kondisi drop, drop, dan drop," ujarnya.

"Kalau saya lihat sendiri pasti saya akan katakan iya. Kalau apa yang teman (informasi) dapat. Dan itu sedang dikembangkan," ungkapnya menambahkan. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. TNI AU
  2. Penganiayaan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini