Prajurit Kostrad tak mempan disogok Rp 20 juta dari penjual miras

Selasa, 12 Juli 2016 19:04 Reporter : Yulistyo Pratomo
Prajurit Kostrad tak mempan disogok Rp 20 juta dari penjual miras Prajurit Kostrad sita minol. ©2016 handout/Penkostrad

Merdeka.com - Peredaran minuman beralkohol (minol) di dekat perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG) kian mengkhawatirkan. Guna menutupi jejaknya, para pengedar sampai nekat menyuap petugas agar barang haram tersebut tidak diambil.

Namun, uang suap itu tidak berlaku bagi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dari Batalyon Infantri Para Raider 330 Kostrad. Meski disuap dengan uang sebesar Rp 20 juta, mereka tetap setia menjalankan tugasnya dan menggagalkan peredaran miras senilai Rp 50 juta.

Belum genap dua bulan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif Para Raider 330 Kostrad berhasil gagalkan peredaran miras senilai lebih dari Rp 50 juta.

"Penggagalan peredaran Miras tersebut sudah menjadi keharusan dan kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk 'menghilangkan' barang haram tersebut dari tanah Merauke dan Boven Digoel," ujar Dansatgas Pamtas Yonif Para Raider 330 Kostrad, Mayor Inf Kamil Bahren Pasha, demikian siaran pers dari Penkostrad, Selasa (12/7).

Tidak kurang dari 432 botol Robinson Whisky ukuran 250 ml dan 24 botol ukuran 650 ml berhasil diamankan. Menurut pengakuan dari pemilik minol tersebut, Petrus Kudamasa (42), warga Boven Digoel, barang tersebut didapat dari toko 'BN' di Merauke, lalu dibawa dengan Toyota Hilux Nopol DS 8650 GD dan akan dipasarkan di Boven Digoel.

"Ini merupakan hasil dari kegiatan sweeping yang dilaksanakan oleh anggota dari Pos Kalimaro pada malam hari dan akan kami laksanakan secara berkesinambungan selama penugasan," ujar Dan SSK I, Kapten Inf Agus Pristianto, yang memimpin langsung sweeping tersebut.

Agar barangnya tidak disita, pemilik sempat berusaha menyuap prajurit yang melaksanakan sweeping dengan uang sebesar Rp 20 juta, namun tak mempan. Barang tersebut tetap diamankan, sedangkan pemiliknya diinterogasi.

Penindakan itu dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 15 Tahun 2013 tentang pelarangan, produksi, peredaran dan penjualan minuman beralkohol (Miras) di Provinsi Papua. Sementara, barang bukti telah diamankan di Pos Komando Taktis Satgas Yonif Para Raider 330 Kostrad untuk kemudian dimusnahkan. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini