Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu Soal Pernyataan Alat Cuci Darah Dipakai Berkali-kali

Rabu, 9 Januari 2019 16:14 Reporter : Ya'cob Billiocta
Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu Soal Pernyataan Alat Cuci Darah Dipakai Berkali-kali Prabowo dan AHY Hadiri haul habib ali di Kwitang. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Aliansi Mahasiswa Berantas Hoaks (AMBH) melaporkan Calon Presiden Nomor urut 02 Prabowo Subianto dan tim Pemenangannya Hashim Djojohadikusumo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Keduanya dianggap menyebarkan kabar hoaks, seputar statemen mengenai praktik penggunaan alat cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Koordinator AMBH Ahmad Andi menuturkan, Prabowo dilaporkan karena diduga menyebar hoaks mengenai penggunaan alat cuci darah di RSCM yang digunakan berkali-kali untuk beberapa pasien.

Pernyataan tersebut dianggap mencemarkan nama baik seseorang atau sekelompok orang, serta menyebarkan kebencian dan permusuhan individu atau kelompok, sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (3) dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik jo Pasal 310 ayat (1).

"Pernyataan Prabowo merupakan pelanggaran pidana informasi dan teknologi, yang dapat menimbulkan fitnah dan kebencian di dalam masyarakat," kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/1).

Sementara Hashim diduga telah melakukan pelanggaran Pemilu. Dalam laporannya itu, AMBH menyertakan dokumen soal pemberitaan Hashim di salah satu media, yang menyebut masalah defisit anggaran di BPJS Kesehatan memaksa sejumlah rumah sakit umum daerah untuk mengurangi kualitas layanannya kepada pasien.

Menurutnya, pernyataan Hashim membuat masyarakat resah dan berkurangnya kepercayaan kepada RSCM yang merupakan rumah sakit pemerintah, dan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan BPJS yang merupakan program pemerintah.

"Pernyataan tersebut telah membuat masyarakat resah dan kurangnya kepercayaan kepada RSCM yang merupakan rumah sakit pemerintah, dan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan BPJS yang merupakan program pemerintah saat ini dengan bermaksud melakukan black campaign agar menjatuhkan pemerintahan saat ini," klaimnya.

Pernyataan Hasyim yang merupakan bagian dari struktural tim Pemenangan Badan Pemenangan Prabowo-Sandi, kata dia, patut diduga telah melanggar Pasal 280 ayat 1 huruf d, pasal 521 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, juncto Pasal 6 ayat (1) huruf d Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 28 Tahun 2018 tentang Pengawasan Kampanye Pemilihan Umum juncto Pasal 69 ayat (1) huruf d, Pasal 4 Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

"Hal ini tentu saja mencederai prinsip-prinsip Pemilu yang bersih, jujur dan berintegritas terlebih sebagai seorang Pejabat," kata dia.

Bawaslu, lanjut dia, sudah menerima semua berkas yang telah dilaporkan. Mereka juga telah menyertakan dokumen-dokumen terkait statemen Hashim yang tayang di sejumlah media.

"Dokumen-dokumen sudah diterima oleh Bawaslu. Dan Bawaslu akan terlebih dulu menganalisa," pungkasannya.

Sebelumnya, Prabowo mengaku mendapat laporan mengenai alat kesehatan yang digunakan RSCM. Menurut laporan yang diterima Prabowo, satu selang alat cuci darah pernah digunakan 40 orang.

"Saya dapat laporan di RSCM ada alat pencuci ginjal dan seharusnya hal itu punya saluran-saluran dari plastik, dari karet, dan tentunya dipakai satu orang satu kali. Saya dengar ada yang melaporkan kepada saya di RSCM hari ini dipakai 40 orang," kata Prabowo di kediamannya, Kabupaten Bogor, Minggu (30/12).

Sementara itu, Waketum Gerindra Fadli Zon menjelaskan, statemen Prabowo tersebut berasal dari laporan masyarakat.

"Saya kira itu ada masukan. Mungkin ada saja yang apa namanya yang digunakan ulang gitu ya. Jadi saya kira masukan-masukan laporan-laporan dari masyarakat gitu," katanya, Jumat (4/1).

Direktur Utama RSCM dr Lies Dina Liastuti membantah pernyataan Prabowo. Dia menjelaskan, pelayanan pasien di RSCM selalu mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Demikian juga dengan pelayanan hemodialisis atau cuci darah.

"Pelayanan hemodialisis di RSCM menggunakan selang dan dialiser satu kali pakai (single use)," ujar Lies melalui keterangan tertulis. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini