Prabowo Berharap Pemerintah Autopsi Jenazah Petugas Pemilu yang Meninggal

Kamis, 16 Mei 2019 07:25 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Prabowo Berharap Pemerintah Autopsi Jenazah Petugas Pemilu yang Meninggal Prabowo-Sandi ungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Calon Presiden Prabowo Subianto mengajak pendukungnya salat gaib untuk petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia. Menurutnya, 570 petugas meninggal dunia selama perhelatan Pemilu 2019 merupakan hal pertama yang terjadi di Indonesia.

"Saya menganjurkan kepada saudara saudara ku yang beragama Islam, marilah kita pada kesempatan salat Jumat yang akan datang melakukan salat gaib untuk arwah-arwah mereka yang meninggal," ujar Prabowo dalam video, Rabu (15/5).

Prabowo juga menilai janggal dengan kematian 570 petugas penyelenggara Pemilu. Dia meminta pemerintah untuk melakukan penyelidikan serta autopsi agar penyebab kematian para korban diketahui.

"570 petugas meninggal dalam keadaan yang penuh tanda tanya. Para dokter, para ahli kesehatan, para pakar mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan orang itu bisa meninggal karena kecapekan dan kelelahan. Bahkan ada yang meninggal pada usia 19 tahun 21 tahun, 30 tahun. Tidak mungkin seusia itu mati karena kelelahan. Kita sebenarnya berharap bahwa pemerintah segera melakukan investigasi penyelidikan dan melakukan autopsi, sehingga jelas kita tahu sebabnya apa," bebernya.

Berikut isi lengkap pidato Prabowo:

Selamat malam, saudara saudaraku sebangsa dan setanah air di manapun engkau berada. Saya bicara kepadamu pada malam hari ini dalam suasana negara dan bangsa yang kita cintai berada dalam keadaan yang harus kita akui cukup memprihatinkan. Kita melihat dan merasakan demokrasi kita di mana kedaulatan rakyat adalah sendi yang sangat penting sedang dalam keadaan cobaan yang sangat berat, ujian yang sangat berat bahkan usaha untuk memperkosa kedaulatan tersebut untuk merusak kedaulatan tersebut.

Saudara-saudara, pasti saudara-saudara sudah mengikuti pidato pidato saya, terutama dalam kesempatan sore hari yang baru lalu pada hari Selasa yang lalu di Hotel Sahid Jaya di Jakarta. Saudara-saudaraku ada sesuatu hal yang juga ikut mencemaskan kita semua, memprihatinkan kita semua, dalam sejarah Republik Indonesia baru sekarang terjadi dalam sebuah pemilihan umum lebih dari 570 petugas meninggal dalam keadaan yang penuh tanda tanya. Para dokter, para ahli kesehatan, para pakar mengatakan bahwa sangat kecil kemungkinan orang itu bisa meninggal karena kecapekan dan kelelahan. Bahkan ada yang meninggal pada usia 19 tahun 21 tahun, 30 tahun. Tidak mungkin seusia itu mati karena kelelahan. Kita sebenarnya berharap bahwa pemerintah segera melakukan investigasi penyelidikan dan melakukan autopsi sehingga jelas kita tahu sebabnya apa.

Saudara-saudara, ada beberapa ekor sapi di Kabupaten Lamongan mati mendadak, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan melakukan autopsi terhadap sapi sapi tersebut kalau tidak salah enam ekor sapi dilakukan autopsi. 570 anak bangsa meninggal sangat mengherankan tidak ada upaya mencari tahu kenapa mereka meninggal.

Apapun saya menganjurkan kepada saudara saudaraku yang beragama Islam, marilah kita pada kesempatan salat Jumat yang akan datang melakukan salat gaib untuk arwah arwah mereka yang meninggal. Kemudian bagi saudara saudaraku yang beragama lain mendoakan mereka dengan cara agamamu masing-masing. Semoga arwah mereka diterima di sisi yang maha kuasa dan ditempatkan di tempat yang sebaik baiknya.

Bagi umat Islam karena mereka melaksanakan tugas demi negara dan bangsa, pastilah mereka diterima sebagai mereka yang mati sahid dalam melaksanakan pengabdian kepada negara, bangsa dan umat.

Saudara-saudara sekalian, di hari H yang mendatang marilah kita juga mendoakan, masih berapa ribu orang yang masih sakit dan di rumah sakit yang juga dalam keadaan mencurigakan. Marilah kita berdoa mereka cepat pulih, cepat sembuh sehingga mereka bisa kembali ke keluarganya, menyelesaikan sisa Ramadan ini dan nanti merayakan Hari Raya idul Fitri bersama keluarganya dan juga keluarga yang ditinggal dapat tabah dapat tegar.

Dan marilah kita menyatakan bahwa kita harus memandang mereka sebagai saudara-saudara kita sekalian yang tidak akan kita lupakan, tidak akan kita tinggalkan dalam kesedihan dan penderitaan sendiri. Kesedihan mereka, penderitaan mereka adalah penderitaan kita dan kesedihan kita.

Marilah kita bertekad akan berbuat yang terbaik untuk bangsa negara dan umat di hari hari, di minggu minggu di bulan bulan yang akan datang, marilah kita percaya bahwa kita berada di jalan yang benar, bahwa kita menegakkan kebenaran dan keadilan bahwa pekerjaan kita, pengorbanan kita, pengabdian kita adalah mulia.

Saya juga mengingatkan semua pihak marilah kita kembali ke jalan yang benar demi kepentingan rakyat kita, demi kedamaian, demi keutuhan bangsa dan negara rakyat yang kita cintai. Demikian pesan saya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini