PPATK bentuk tim khusus pantau transaksi keluar masuk Indonesia

Minggu, 17 November 2013 02:01 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
PPATK bentuk tim khusus pantau transaksi keluar masuk Indonesia Wakil Ketua PPATK Agus Santoso. merdeka.com/islahuddin

Merdeka.com - Wakil Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Agus Santoso menyatakan akan lebih sensitif mengawasi transaksi uang yang keluar dan masuk ke dalam negeri. Hal ini didasarkan beberapa fakta yang ditemukan PPATK terkait transaksi mencurigakan dilakukan orang Indonesia dan disimpan ke luar negeri sehingga membuat kerugian negara cukup besar.

"PPATK juga menemukan dugaan ada USD 162 miliar uang hasil kejahatan di Indonesia tersimpan di Singapura. Uang itu tidak bisa diambil, meski ada Mutual Legal Asistance," ujar Ketua Umum Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) itu di kawasan Sunter, Jakarta, Sabtu (16/11).

Agus menuturkan, nantinya PPATK akan membentuk badan pelaporan transaksi keuangan baru yang dinamakan Internatioal Fund Transfer Instructions. Nantinya badan ini lebih fokus mengawasi aliran dana yang masuk dan ke luar Indonesia.

"Untuk itu, terhitung tanggal 14 Januari 2014, PPATK menetapkan bentuk pelaporan baru yang dinamakan International Fund Transfer Instructions," kata Agus.

Ia menilai, sebaiknya transaksi yang dilakukan ke luar maupun masuk ke Indonesia dilaporkan ke PPATK. "Setiap ada instruksi transfer dana dari dalam ke luar negeri atau sebaliknya, harus dilaporkan ke PPATK," ujar Agus.

Cara itu dilakukan agar pihaknya dapat melacak dari mana dan ke rekening mana saja dana tersebut dilakukan. Dalam prakteknya pihaknya telah menjalin kerjasama dengan hampir 40 PPATK di Negara lain.

"42 negara telah berhubungan dengan negara kita soal ini," pungkasnya.

Baca Juga:

PPATK: Birokrasi DKI dapat rapor merah!

Bareskrim gandeng PPATK telusuri dana kasus suap bea cukai

Ini pesan wakil ketua PPATK untuk Hamdan Zoelva

[tyo]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PPATK
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini