Potensi Lahar Dingin di Selatan Gunung Semeru Saat Hujan

Minggu, 5 Desember 2021 20:36 Reporter : Fikri Faqih
Potensi Lahar Dingin di Selatan Gunung Semeru Saat Hujan Basarnas dan TNI Sisir Lokasi Terdampak Erupsi Semeru. ©2021 AFP/Juni Kriswanto

Merdeka.com - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eko Budi Lelono memperingatkan dengan adanya potensi curah hujan di kawasan kubah lava Gunung Semeru di Jawa Timur. Hujan tersebut berpotensi menyebabkan lahar dingin bergerak ke arah selatan dan tenggara.

"Dengan curah hujan maka potensi dari lahar dingin juga mengarah ke selatan dan tenggara yang paling besar. Oleh karena itu untuk sementara memang sebaiknya tidak ada aktivitas di sana," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono dalam konferensi pers BNPB yang diikuti virtual di Jakarta, Minggu (5/12).

Gunung Semeru berada di dua wilayah administratif di Jatim, yakni Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Untuk itu, dia meminta tim tanggap darurat dapat memerhatikan kondisi cuaca di lokasi sekitar bencana dan menghindari kawasan terdampak tersebut. Hal itu karena terdapat potensi lahar akibat hujan lebat yang dapat mengancam keselamatan tim pencari.

Selain itu, Eko mengingatkan, radius satu kilometer dari puncak termasuk wilayah tidak aman yang tidak memperbolehkan adanya aktivitas. Tidak hanya itu radius lima kilometer dari daerah sobekan kawah yang akan berubah menjadi sungai menuju bawah, terutama di wilayah selatan dan tenggara Semeru, sebaiknya tidak terjadi kegiatan.

"Untuk menghindari adanya awan panas susulan yang mungkin juga ke arah situ, ke arah selatan dan tenggara," ungkapnya seperti dilansir dari Antara.

Dalam temu media tersebut, Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fachri Radjab mengatakan bahwa terdapat potensi hujan di sekitar kawasan Gunung Semeru dengan intensitas ringan hingga sedang untuk tiga hari ke depan.

Ia menjelaskan dalam prakiraan BMKG terdapat pula potensi hujan lebat pada periode siang hari.

"Masih ada potensi hujan baik di daerah lereng maupun di daerah puncak Gunung Semeru," tutup Fachri Radjab. [fik]

Baca juga:
Relawan Temukan Jenazah Ibu Gendong Bayi Tertimbun Lahar Erupsi Gunung Semeru
Kisah Ibu dan Empat Anak yang Terpisah saat Erupsi Gunung Semeru
Mensos Laporkan Kemungkinan Erupsi Gunung Semeru Susulan ke Wapres
Update Korban Erupsi Gunung Semeru: 14 Meninggal dan 56 Orang Luka
Kawal Penanganan Erupsi Gunung Semeru, Khofifah Berkantor di Lumajang
Rumah Hancur Akibat Erupsi Semeru, Warga Diberi Dana Tunggu Hunian Hingga 6 Bulan
Korban Erupsi Semeru: 56 Orang Luka, 5.205 Jiwa Terdampak, 1.300 Orang Mengungsi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini