Positif Covid-19, Tahanan di Denpasar Kabur dari Tempat Karantina ke Sleman

Selasa, 19 Januari 2021 15:41 Reporter : Moh. Kadafi
Positif Covid-19, Tahanan di Denpasar Kabur dari Tempat Karantina ke Sleman Narapidana olahraga di Rutan Kelas I Depok. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Juandri Okinda (27), tahanan Kejari Denpasar lari dari tempat karantina di Hotel Ibis Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, pada Rabu (6/1) lalu sekitar pukul 16.30 Wita. Dia salah satu pasien Covid-19.

Beruntung, petugas dengan cepat menangkap kembali tahanan dengan kasus narkoba tersebut.

"Dia di karantina dan memang sakit. Terus meninggalkan karantina dan (berhasil ditangkap), masuk ke tahanan lagi," kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta, saat dihubungi Selasa (19/1).

Kronologinya, saat itu Juandri menjalani test swab oleh Dinas Kesehatan. Hasilnya positif Covid-19. Selanjutnya, pada Rabu (6/1) sekitar pukul 15.30 Wita tahanan dipindahkan ke Hotel Ibis, Kuta.

Kemudian, pada pukul 16.00 Wita, dilakukan serah terima tahanan kepada petugas jaga dan petugas dari Dinas Kesehatan. Namun, sekira pukul 16.40 wita tahanan kabur melalui pintu depan menuju Jalan Raya.
Tahanan kabur itu, lalu dijemput oleh temannya bernama Hapsak Okto Ronaldo.

Mendapat informasi tersebut, kejaksaan Negeri Denpasar beserta empat anggota Resmob didampingi Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Denpasar melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa tahanan kabur menuju Sleman Yogyakarta dan melakukan pengejaran.

Selanjutnya, pada Minggu (17/1) sekitar pukul 19.00 WIB mendapatkan informasi bahwa tahanan tersebut menyewa tempat indekos di daerah Depok, Sleman, Yogyakarta.

Selanjutnya, dari hasil penyelidikan, tahanan beserta penjemputnya dapat diamankan.

Sementara, dari hasil interogasi, Juandri mengakui memanfaatkan situasi pada saat karantina dan dijemput oleh temannya Hapsak Okto Ronaldo.

Selain itu, diketahui tahanan tersebut sempat ditahan di Polresta Denpasar dan dibawa ke karantina karena diketahui positif Covid-19.

"Dia kasus narkoba dan positif Covid-19. Dia OTG, karena dia cari celah dan peluang (untuk kabur)," ujar Eka.

Saat ini, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika tersebut diisolasi di Rutan Polresta Denpasar. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini