KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Polwan di Medan kenakan busana adat agar lebih humanis

Selasa, 10 Juli 2012 17:48 Reporter : Yan Muhardiansyah
polwan medan. ©2012 Merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Ada yang berbeda di Mapolresta Medan mulai hari ini. Tak seperti biasa, dua polwan ramah mengenakan busana adat siap memberi informasi kepada warga yang berkunjung ke sana.

Dua polwan berbusana adat ditempatkan di depan Sentra Pelayanan Polresta Medan. Pada hari pertama ini, giliran Briptu Rimaya Sari dan Briptu Tri Diana Sari yang bertugas di sana. Rimaya mengenakan pakaian adat Simalungun, sedangkan Tri memakai busana Batak Toba.

Selain mengenakan busana adat, kedua polwan ini juga diharuskan tersenyum menyambut pengunjung yang ingin mendapatkan informasi.

"Kalau ada warga yang mau mengadu, kami arahkan ke sentra pelayanan. Jika dipanggil penyidik, kami arahkan ke penyidik. Tapi, rata-rata warga yang melapor ke meja informasi ini ingin mengadukan kehilangan jadi langsung kami arahkan ke sentra pelayanan," papar Rimaya.

Baik Rimaya maupun Tri mengaku nyaman mengenakan busana adat ini. "Nyaman kok, apalagi ini sudah perintah," tutur Tri.

Kedua polwan ini ditugaskan di depan Sentra Pelayanan Polresta Medan mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Selesai tugas mengenakan busana adat dan memberi informasi kepada warga, mereka kembali ke satuan masing-masing. Rimaya kembali bertugas ke bagian tilang di Satuan Lalu Lintas, sedangkan Tri kembali ke Satuan Intel.

Besok, Rimaya dan Tri akan digantikan dua polwan lain. "Untuk sebulan ini, kita ada tiga tim, jadi enam orang. Besok kami digantikan satu tim lagi, jadi kami kembali bertugas di satuan kami sejak pagi. Kami kembali bertugas di sini tiga hari lagi," ucapnya.

Kebijakan menempatkan polwan berbusana adat ini bertujuan agar polisi lebih humanis. Keberadaan mereka diharapkan dapat mengikis kesan keras di kantor polisi.

"Kita ingin lebih humanis. Ini gagasan Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang. Saya hanya diperintahkan beliau untuk melaksanakannya," ucap Kepala Seksi Pengawas, AKP Torang Niari Sinaga, yang mengkoordinir para polwan berbusana adat ini.

Rencananya kebijakan ini akan terus berlangsung. Para polwan bakal bergantian mengenakan busana adat etnis-etnis yang ada di Sumut. "Tapi kita tetap pilih polwannya. HarusĀ  yang manis-manis. Mana mungkin kita tempatkan polwan yang sudah gendut di sana," sebut polwan ini. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Polwan Cantik
  2. Medan

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.