Polri Turunkan Tim DVI Identifikasi Korban Kericuhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya

Minggu, 2 Oktober 2022 09:16 Reporter : Merdeka
Polri Turunkan Tim DVI Identifikasi Korban Kericuhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya Kombes Nurul Azizah. ©2022 Dok Foto Pribadi Nurul Azizah

Merdeka.com - Mabes Polri menurunkan Tim Disaster Victim Investigation (DVI) untuk membantu mengidentifikasi korban tewas akibat kericuhan usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Data sementara, korban tewas mencapai 127 orang.

"Terkait kasus yang di Malang saat ini Mabes Polri menurunkan Tim DVI ke Malang untuk berkoordinasi dengan Tim DVI Polda Jatim dan rumah sakit setempat guna mempercepat teridentifikasinya korban," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Minggu (2/10).

Sejauh ini, lanjut Nurul, petugas kepolisian masih terus memberikan pertolongan medis kepada para korban. "Bahwa Mabes Polri saat ini melakukan identifikasi korban dan memberikan pertolongan medis kepada para korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit," kata Nurul.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Tanggung Biaya Pengobatan

Bupati Malang, Sanusi mengungkapkan, pihaknya bakal menanggung biaya pengobatan ratusan suporter Arema atau Aremania yang saat ini dirawat di rumah sakit. Sanusi mengimbau kepada pihak rumah sakit yang tengah merawat korban, agar langsung melakukan penanganan intensif tanpa menghiraukan segala biaya.

"Biaya perawatan korban nanti akan ditanggung oleh Kabupaten Malang, jadi saya mengimbau seluruh rumah sakit yang merawat korban, agar langsung melakukan perawatan terhadap korban, jangan memikirkan biaya, karena akan ditanggung oleh Kabupaten Malang," ujarnya, Minggu (2/10).

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menambahkan bahwa turut berduka cita terhadap para korban dalam peristiwa tersebut, dan berharap ke depan tidak lagi terjadi hal yang serupa.

"Kami siap mengamankan segala kegiatan masyarakat dengan mengedepankan promotif dan preventif," ucapnya.

3 dari 3 halaman

Ratusan Orang Meninggal Dunia

Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta sebelumya mengungkapkan, sebanyak 127 orang meninggal dunia, dua di antaranya anggota polri dan 125 suporter, usai laga derby antara Arema FC VS Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang pada Sabtu 1 Oktober kemarin malam.

"Yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang, kemudian yang lain meninggal di rumah sakit saat proses pertolongan," ujar Irjen Nico.

Irjen Nico Melani, ada 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya mobil dinas Polri, dan mobil pribadi. "Dan masih ada 180 orang yang saat ini dalam proses perawatan," ucapnya.

Irjen Nico mengatakan, dari kurang lebih empat ribu penonton yang hadir di stadion, tidak semuanya anarkis dan tidak semuanya kecewa. Hanya sebagian dari mereka yang turun ke lapangan.

"Jadi ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan kalau semua tertib aturan maka tidak akan terjadi seperti ini. Karena peristiwa ini ada sebab dan akibat," ujarnya.

"Sekali lagi kami berbela sungkawa dan akan melakukan langkah-langkah dengan stakeholder terkait supaya ini tidak terjadi lagi," imbuh Irjen Nico.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com. [tin]

Baca juga:
Mahfud MD Sebut Panitia Tak Jalankan Antisipasi Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya
Bunyi Aturan FIFA Larang Pakai Gas Air Mata Tangani Massa Ricuh di Stadion
Polri Tegaskan Usut Tuntas Kericuhan di Laga Arema FC vs Persebaya
Pemerintah Janji Tanggung Biaya Perawatan Korban Kericuhan Laga Arema FC vs Persebaya
Mahfud MD: Kericuhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya Bukan Bentrok Antarsuporter
Manajemen Bentuk Crisis Centre Buntut Laga Arema FC vs Persebaya Berakhir Ricuh
Memahami Aturan FIFA soal Penggunaan Gas Air Mata oleh Aparat saat Amankan Sepak Bola

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini