Polri Tunggu Wanjakti untuk Isi Kekosongan Jabatan Kabareskrim

Senin, 2 Desember 2019 16:34 Reporter : Merdeka
Polri Tunggu Wanjakti untuk Isi Kekosongan Jabatan Kabareskrim Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono. ©2019 Liputan6.com/Ditto Radityo

Merdeka.com - Kursi Kepala Bareskrim Mabes Polri telah cukup lama belum ada yang menduduki. Sejak Jenderal Idham Azis naik pangkat menjadi Kapolri, kursi itu seakan dibiarkan kosong.

Saat dikonfirmasi mengenai hal itu, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan pihaknya sedang menunggu dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi atau Wanjakti.

"Masih bekerja jadi kan tidak sendirian saja untuk mutasi. Nanti ada beberapa yang pensiun pun akan ikut," ucap Argo di RS Polri, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut dia, kendala utama adalah ada beberapa personelnya yang pensiun. "Yang pensiun kita rapatkan di Wanjakti dulu," ungkap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni meminta semua pihak tak mengintervensi ataupun melemparkan tudingan miring terhadap Kapolri Jenderal Idham Azis dalam pemilihan Kabareskrim.

Belum diumumkannya sosok terpilih hingga saat ini diyakini Sahroni sebagai bagian dari proses seleksi dilakukan Kapolri mencari sosok dipercaya memimpin penegakan hukum Korps Bhayangkara.

Sahroni menekankan, Badan Reserse Kriminal merupakan fungsi strategis yang menjadi gambaran citra Polri karena bersentuhan secara langsung dengan masyarakat terkait penegakan hukum.

Karenanya, Sahroni menilai wajar jika Kapolri memilah sosok terbaik berkualitas yang akan membantunya memimpin fungsi penegakan hukum tersebut. Ia meyakini penentuan sosok Kabareskrim bukan sebagai bentuk berbagi kekuasaan di tubuh Polri.

"Terkait belum ada sosok diumumkan saya meyakini hal itu karena sedang dalam proses pemilahan agar Kapolri Jenderal Idham Azis tidak salah memilih asistennya dan bukan bagi-bagi kekuasaan," kata Sahroni, Sabtu (30/11/2019).

Sahroni mengingatkan pemilihan Kabareskrim tak boleh dipengaruhi pihak eksternal. Loyalitas hingga kemampuan bersinergi dalam percepatan program menjadi alasan terpenting mengapa penentuan Kabareskrim harus menjadi hak sepenuhnya Kapolri tanpa adanya campur tangan eksternal.

"Saya selaku Wakil Ketua Komisi III mendukung Kapolri. Siapapun yang terpilih menjadi asisten Kapolri sebagai Kabareskrim itu adalah yang terbaik untuk Polri," ujar Bendahara Umum Partai NasDem ini. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kabareskrim
  2. Polri
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini