Polri: Teroris Ditangkap di Riau dan Sumut Jaringan Jamaah Islamiyah

Senin, 25 Juli 2022 20:12 Reporter : Nur Habibie
Polri: Teroris Ditangkap di Riau dan Sumut Jaringan Jamaah Islamiyah borgol. shutterstock

Merdeka.com - Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri telah mengamankan kembali empat orang terduga teroris di Riau serta Sumatera Utara (Sumut). Keempatnya itu diamankan pada Jumat (22/7) lalu.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadham mengatakan, mereka yang diamankan itu tergabung dalam kelompok atau jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

"Rinciannya adalah kelompok JI dari Riau tersangka SU alias E alias A. Sedangkan Sumut AR alias K, SP, dan SY ada 3 tersangka," kata Ramadhan kepada wartawan, Senin (25/7).

Atas penangkapan itu, hingga kini petugas masih melakukan proses penyidikan lebih lanjut sekaligus melakukan penggeledahan dan penyitaan barang bukti terkait.

"Rencana tindak lanjut akan dilakukan proses penyidikan lebih lanjut, kemudian desus akan melakukan penggeledahan dan penyitaan barang-barang yang terkait Tindak Pidana Terorisme," ujarnya.

"Dan kemudian tentu melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap jaringan terkait jaringan JI maupun jaringan JAD," sambungnya.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror Polri telah mengamankan sebanyak 13 orang terduga teroris di Aceh. Dari belasan orang itu, ternyata tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Densus 88 AT Polri melakukan penegakan hukum sebagai upaya pencegahan tindak pidana terorisme terhadap 2 kelompok terorisme (JI 11 orang dan JAD 2 orang) pada 22 Juli 2022 di Provinsi Aceh," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Jumat (22/7).

2 dari 2 halaman

Ia menyebut, untuk yang tergabung dalam JAD yakni atas nama inisial RI yang berperan sebagai fasilitator terhadap para anggota JAD Medan yang melakukan tindak pidana bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada tahun 2019.

"MA, tersangka selaku anggota kelompok JAD berperan menampung dan memfasilitasi kelompok pelaku Rabbial Muslim Nasution (MD) yang merupakan pelaku bom Polresta Medan 2019. Tersangka juga pernah mengikuti idad sebagai persiapan melakukan tindak pidana terorisme," sebutnya.

Berikut peran 11 orang yang tergabung dalam JI:

1. ES, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA (Akademi Pendidikan dan Pengkaderan) telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang. Tersangka juga pernah menjadikan rumahnya sebagai fasilitas kelompok JI dalam pelatihan weapon training pada tahun 2018, dan juga memiliki 1 (satu) pucuk senjata PCP.

2. RU, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang. Selain itu tersangka juga merupakan bagian dari Yayasan Madina yang merupakan salah satu Yayasan amal yang sengaja dibentuk JI sebagai sumber pendanaan JI.

3. DN, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang Dakwah (T1) berperan memberikan motivasi kepada anggota kelompok JI dalam menjalankan visi misi kelompok JI.

4. JU, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang FKPP, pernah mengikuti kegiatan Turba (turun kebawah/terjun langsung) dalam acara sosialisasi visi misi JI berdasarkan Strataji yang dibentuk oleh amir JI Parawijayanto.

5. SY, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan fisik sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang.

6. MF, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang, tersangka juga merupakan bagian dari bidang FKPP, pernah mengikuti kegiatan Turba (turun kebawah/terjun langsung) dalam acara sosialisasi visi misi JI berdasarkan Strataji yang dibentuk oleh amir JI Parawijayanto.

7. RS, Merupakan bagian kelomp JI pada Korda Aceh, mengikuti berbagai kegiatan operasi JI salah satunya beberapa kegiatan Weapon Training (WT) di Aceh.

8. FE, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang ADIRA telah mengikuti pelatihan menembak sebagai persiapan pelaksanaan pengembangan kemampuan anggota JI dalam berperang,

9. SU, tersangka merupakan Merupakan bendahara DIKLAT sampai terakhir sebagai bendahara PKP perubahan dari nama DIKLAT pada tahun 2020, tersangka juga merupakan instruktur pada pelatihan fisik di sasana Cakrabuana yang merupakan tempat pengembangan kemampuan para anggota JI.

10. AKJ, tersangka merupakan bagian kelompok JI yang berperan sebagai QOID Komando Wilayah Sumbagut, tersangka juga pernah menyalurkan dana dari bidang Dakwah (T1) JI yang digunakan untuk operasional kelompok JI.

11. MH, tersangka merupakan bagian kelompok JI pada bidang Dakwah (T1) JI, dan juga merupakan pengurus salah satu yayasan amal milik JI yang merupakan salah satu sumber pendapatan dana JI. [fik]

Baca juga:
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Aceh hingga Riau, Total Ada 17 Orang
Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris di Aceh
Heboh Lembaga Donasi ACT hingga Izinnya Dicabut Kemensos
Temuan Aliran Dana ACT ke Al Qaeda, Polri: Kita Telusuri sampai Cukup Bukti
Densus 88 Bergerak Usut Dugaan Aliran Dana ACT ke Al-Qaeda

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini