Polri Telusuri Aliran Dana Bos Tekstil Bandung dan Percakapan Terakhir

Kamis, 14 Februari 2019 14:29 Reporter : Merdeka
Polri Telusuri Aliran Dana Bos Tekstil Bandung dan Percakapan Terakhir Ilustrasi Pembunuhan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap bos tekstil asal Bandung, Ujang Nuryanto (37) dan staf pribadinya, Ai Munawaroh, di Malaysia masih diselimuti misteri. Polisi menelusuri aliran dana pengusaha asal Bandung itu untuk mencari pelaku dan motif perbuatan keji tersebut.

Dalam hal ini, kepolisian telah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analis Transaksi Keuangan (PPATK). Kedua korban diketahui terbang ke Malaysia untuk urusan bisnis.

"NCB Interpol Indonesia bekerjasama dengan NCB Kuala Lumpur dan PDRM untuk melakukan penelitian lebih dalam kepada korban dengan kerjasama dengan PPATK untuk lihat jalur transfer keuangan korban," ujar Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol, Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Napoleon Bonaparte, Jakarta, Kamis (14/2).

Selain transaksi keuangan, polisi juga menelusuri komunikasi terakhir yang dilakukan kedua korban. Dari situ, nanti akan dijadikan bahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

"Kemudian kami juga telah bekerjasama dengan Ditsiber Bareskrim Polri untuk melihat track record komunikasi yang dimiliki korban," tutur Napoleon.

Polri memastikan bahwa jasad korban mutilasi yang ditemukan di Malaysia adalah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) atas nama Nuryanto. Kepastian itu didapat dari identifikasi sidik jari pada potongan tubuh yang ditemukan.

Namun polisi belum berhasil mengidentifikasi jasad wanita yang diduga sebagai staf pribadi Nuryanto, Ai Munawaroh karena potongan tangannya tidak ditemukan. Polisi pun mengidentifikasi jasad tersebut melalui DNA.

Untuk diketahui, Nuryanto pergi ke Malaysia pada Kamis 17 Januari 2019. Rencananya, dia akan mengambil uang ke rekanan bisnisnya dari hasil menjual kain di Malaysia.

Selama di Malaysia, Nuryanto sempat tiga kali pindah hotel. Namun, pada 22 Januari, pihak keluarga di Indonesia putus komunikasi dengan Nuryanto. Padahal seharusnya dia dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 23 Januari 2019.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Jawa Barat. Polda Jawa Barat lalu berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia dan mendapatkan informasi bahwa otoritas setempat menemukan tiga kantong berisi potongan tubuh pada 26 Januari 2019.

Potongan tubuh yang ditemukan di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia itu diduga kuat sebagai jasad Nuryanto dan Ai Munawaroh.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pembunuhan
  2. Kasus Mutilasi
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini