Polri Siap Bantu Kejaksaan Agung Temukan Djoko Tjandra

Selasa, 7 Juli 2020 18:03 Reporter : Ronald
Polri Siap Bantu Kejaksaan Agung Temukan Djoko Tjandra Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Mabes Polri memastikan siap membantu Kejaksaan Agung menemukan Djoko Tjandra. Setelah lama menjadi buronan kasus hak tagih (cassie) Bank Bali, Djoko dikabarkan masuk ke Indonesia bahkan sempat mendaftarkan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya.

"Seandainya ya ada tersangka, ada yang diminta (carikan) ya kita akan membantu juga apa yang diminta kejaksaan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/7).

Polri siap berbagi informasi soal keberadaan Djoko Tjandra. "Ya tentunya kita kan tukar menukar informasi ya misalnya dari Kejaksaan itu meminta bantuan untuk melakukan penangkapan," papar Argo.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku kecolongan dalam menangkap buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra. Djoko diketahui sempat datang ke PN Jaksel untuk mendaftar Peninjauan Kembali (PK), padahal statusnya buronan.

Hal ini disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPR RI.

Burhanuddin mengatakan, sesuai jadwal sidang PK akan berlangsung Senin (29/6). Namun dia tak tahu, sidang itu bakal dihadiri Djoko atau tidak.

"Saya belum mendapatkan informasi apakah hari ini datang di sidang atau tidak. Tapi yang saya herankan adalah, kami memang ada kelemahan, pada tanggal 8 Juni, Djoko Tjandra informasinya datang di pengadilan Jakarta Selatan untuk mendaftarkan PK-nya, jujur ini kelemahan intelijen kami, tapi itu yang sudah ada," kata Burhanuddin, Senin (29/6).

Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma menyampaikan alasan yang membuat Djoko tiba-tiba mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas kasus pengalihan hak tagih Bank Bali senilai Rp904 miliar.

Padahal, Djoko telah melarikan diri dari Indonesia sejak 2009 lalu. Setelah sebelas tahun menghilang, Djoko memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bikin heboh.

Djoko diketahui sempat membuat e-KTP di Kelurahan Grogol, Kebayoran Baru, Jakarta beberapa hari lalu. Namun hingga kini, tak ada yang tahu dimana Djoko sekarang. Andi mengatakan, kliennya merasa bahwa harus memperjuangkan nama baiknya dan keluarga.

"Pak Djoko sendirilah yang merasa bahwa sudah saatnya untuk berjuang mengenai nama baik dirinya dan keluarga," ujar Andi, saat ditemui wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Senin (6/7).

Menurut Andi, sudah saatnya kliennya itu mendapatkan keadilan. Itu yang menjadi alasan tim kuasa hukum Djoko Tjandra mengajukan PK pada 8 Juni lalu di PN Jaksel.

"Pengajuan PK ini baru kita ajukan karena Pak Djoko sudah saatnya mendapatkan kebenaran," tuturnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Djoko Tjandra
  3. Polri
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini