Polri sebut paham radikalisme sudah masuk perguruan tinggi

Selasa, 2 Agustus 2016 17:26 Reporter : Juven Martua Sitompul
Polri sebut paham radikalisme sudah masuk perguruan tinggi Ilustrasi ISIS. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menyebut penyebaran paham radikalisme sudah masuk ke lingkungan perguruan tinggi. Dia meminta masyarakat khususnya para generasi muda lebih jernih menyaring ajaran-ajaran yang menyimpang dari agama.

"Potensi-potensi ke arah sana ada. Paling penting generasi muda bisa secara jernih melihat ajaran-ajaran radikal ini, relevan atau tidak dengan nilai-nilai agama kita," kata Boy di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/8).

Boy mengatakan saat ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri pun sedang mendalami dugaan keterlibatan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Zevrizal Nanda Marnadi dengan kelompok teroris negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut dia, polisi perlu menemukan bukti-bukti kuat untuk memastikan Zevrizal benar-benar menjadi anggota atau hanya simpatisan ISIS. "Semuanya perlu pendalaman dahulu secara objektif," jelas dia.

Informasi yang dihimpun, Zevrizal merupakan salah satu mahasiswa di Universitas. Mahasiswa asal Trenggalek, Jawa Timur (Jatim) itu diketahui sudah tidak aktif mengikuti perkuliahan selama dua semester terakhir.

Zevrizal pun dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi di Fakultas Kedokteran. Bahkan, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) yang diraihnya pada semester awal mencapai 3,58. Hebatnya, Zevrizal pun pernah memenangkan olimpiade astronomi di Italia dan Ukrania saat duduk di bangku SMP dan SMA pada 2007 silam.

[lia]

Topik berita Terkait:
  1. Ekstremis ISIS
  2. Jakarta
  3. Radikalisme
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini