Polri Sebut DNA Bomber Gereja Filipina Diduga WNI Masih Belum Dikenali

Rabu, 13 Februari 2019 13:31 Reporter : Merdeka
Polri Sebut DNA Bomber Gereja Filipina Diduga WNI Masih Belum Dikenali Ledakan di Gereja Filipina. ©2019 AFP PHOTO/NICKEE BUTLANGAN

Merdeka.com - Polri bersama kepolisian Filipina bekerjasama dalam upaya pemeriksaan DNA pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel, Jolo.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono menyampaikan, hingga saat ini tim masih belum mengenali identitas pelaku yang diduga Warga Negara Indonesia (WNI).

"Kami sudah konfirmasi tadi, jadi masih tetap yang pertama proses riksa labfor di Filipina untuk tes DNA. Dan tim Indonesia yang di sana terus mendalami, bekerjasama, berkoordinasi dengan penyidik yang di sana. Untuk mendalami semua informasi dari pemeriksaan saksi," tutur Syahar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu (13/2).

Menurut Syahar, hal yang menjadi kendala utama adalah tubuh pelaku yang saat ditemukan sudah tidak utuh. Pecahan bagian tubuh akibat ledakan itu pun tergolong kecil.

"Bagian tubuhnya hanya cuma jari, hanya cuma kaki sepotong-sepotong, itu kan perlu proses waktu," jelas dia.

Selain itu, penyidik juga mendalami keterangan dari pemeriksaan lima tersangka yang menyerahkan diri pada 2 Februari 2019. Para anggota Abu Sayyaf itu diduga memiliki keterkaitan dengan teror bom ganda yang menghantam gereja di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, 27 Januari 2019.

"Inilah salah satu materi juga yang sedang dilakukan tim dari Indonesia untuk koordinasi dengan penyidik sana. Salah satunya itu," kata Syahar.

Reporter: Nanda Perdana [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini