Polri resmikan speeding camera pantau kendaraan berkecepatan tinggi di jalan tol

Kamis, 9 November 2017 15:23 Reporter : Nur Habibie
Polri resmikan speeding camera pantau kendaraan berkecepatan tinggi di jalan tol Polri resmikan Speeding Camera. ©2017 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Workshop Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan di Hotel Mercure Sunda Kelapa, Ancol, Jakarta Utara. Kegiatan ini dihadiri 1.500 personel Dirlantas, Kasubdit Kamsel dan Kasatlantas seluruh Indonesia.

Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, workshop yang digelar dari 8-10 November 2017 ini menghadirkan sejumlah pakar transportasi. Hal itu karena pihaknya telah melibatkan pakar trasnportasi akan hal ini.

"Kami bagi beberapa komisi kelompok, isu penting tentang transportasi. Tentang kelalulintasan yang akan kami angkat di hari ini", kata Royke dalam acara Launching dan Workshop Modernisasi Polantas Sebagai Implementasi Tahun Keselamatan Untuk Kemanusiaan di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Kamis (9/11).

Pantauan merdeka.com, dalam acara ini turut hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang memang akan melaunching workshop tersebut. Menteri Dalam Negeri,Tjahjo Kumolo, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, Asisten Operasi, Irjen Pol Muhammad Iriawan dan beberapa pejabat lainnya.

Acara ini juga sekaligus untuk meresmikan, Samsat Online se Jawa dan Bali. Samsat Online ini hanya baru ada di dua pulau tersebut dan nantinya akan segera dibuka di beberapa pulau lagi.

"Di dalamnya ada Samsat Online se Jawa-Bali, bertahap ya seperti itu. Kemudian (Intan) Intelegence Traffic Analisis itu payung besarnya di bawahnya ada yang bernama contact center," ujarnya.

Untuk contact center yang dimaksud itu, lanjut Royke, befungsi untuk Polantas bisa berhubungan langsung dengan masyarakat tanpa adanya perantara.

"Apa saja keluhan masyarakat secara cepat bisa diakses dengan aplikasi ini. Dan secara cepat juga kami eksekusi, unit lapangan kami datangi," ucapnya.

Selain itu, dirinya sangat menekankan soal adanya penempatan speeding camera yang bisa digunakan untuk mengukur kecepatan pengendara. Hal itu juga bisa digunakan untuk memantau pelanggar lalu lintas yang tak terlihat oleh polisi.

"Kamera ini kan dia konsisten, artinya 24 jam terus memantau. Kalau polisi dia enggak kuat 24 jam dan tidak konsisten, kalau alat konsisten," tuturnya.

Dirinya mengaku, jika speeding camera ini nantinya hanya berfungsi untuk merekam pelanggaran tertentu saja. Seperti kecepatan, pelanggar bahu jalan, marka, lampu merah, kelebihan muatan dan helm.

"Tapi paling tidak pelanggaran ini berpotensi kecelakaan," ucapnya.

Saat ini, speeding camera hanya baru berada di Jabodetabek 73 camera, Solo 20, Sumatera Utara 20 dan Sulawesi Selatan 20. Speeding camera ini baru hanya dipasang di ruas jalan tol saja.

"Tol Jagorawi, Cikampek, tol di Jawa Timur lainnya, bahkan ada Sulawesi Selatan," tandasnya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini