Polri pertimbangkan pasal pembunuhan dalam kasus miras oplosan

Kamis, 19 April 2018 12:44 Reporter : Merdeka
Polri pertimbangkan pasal pembunuhan dalam kasus miras oplosan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Polri terus didesak menerapkan pasal pembunuhan dalam kasus miras oplosan. Sebab, miras tersebut sudah merenggut puluhan nyawa.

Terkait desakan tersebut, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengatakan, penerapan pasal tersebut memerlukan pembuktian dalam proses penyidikan. Polisi tidak bisa serta merta menerapkan pasal dengan ancaman maksimal hukuman mati itu.

"Tergantung nanti bukti-bukti maupun keterangan yang kita dapat. Kan itu nanti dari hasil uji lab kemudian keterangan orang yang melakukan peracikan," ujar Ari Dono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

Pembuktian, kata Ari Dono, dimulai dari awal kejadian tentang reaksi korban usai menenggak miras oplosan tersebut. Kemudian polisi akan meneliti kandungan miras oplosan tersebut.

"Kemudian si pedagang yang meracik punya kemampuan apa. Ada nggak di situ unsur dengan sengaja, ada nggak mens area untuk melakukan sesuatu supaya jadinya apa. Itu masih kami gali," kata dia.

Di lokasi yang sama, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya sementara menjerat para tersangka kasus miras oplosan dengan UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

"Yang kedua Pasal 204 KUHP tentang konstruksi Pasal 340 (pembunuhan berencana). Nanti kita lihat apakah betul-betul ada niat mens rea di situ tentang perencanaan untuk melakukan pembunuhan, karena itu tidak semudah yang kita bayangkan," ucap Setyo.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini