Polri Persilakan Pihak Ragukan Proses Kasus Makar Buat Uji di Praperadilan

Selasa, 14 Mei 2019 15:27 Reporter : Merdeka
Polri Persilakan Pihak Ragukan Proses Kasus Makar Buat Uji di Praperadilan Brigjen Dedi Prasetyo. ©2018 Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Merdeka.com - Dipanggilnya beberapa tokoh oposan ke Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan makar membuat beberapa pihak mempertanyakan profesionalisme Polri dalam melakukan penyidikan dalam kasus tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa jika ada pihak yang merasa dirugikan terkait cara kerja para penyidik Polri, maka ada prosedur konstitusional yang bisa dilakukan. Dedi menerangkan, prosedur itu bisa melalui sidang praperadilan.

"Sekali lagi saya sampaikan bahwa penyidik itu berpatokan kepada fakta hukum ya. Penyidik itu tetap melakukan pekerjaannya dengan standar yang cukup tinggi. Profesionalitas itu hal yang utama. Oleh karena itu, jika ada pihak-pihal yang merasa dirugikan akibat tindakan penyidik kan ada mekanisme konstitusionalnya, bisa diuji di sarana sidang praperadilan," kata Dedi di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/5).

Bahkan Dedi mempersilakan kepada seluruh warga negara Indonesia yang memang merasa dirugikan terhadap hal itu untuk menggunakan mekanisme praperadilan tersebut.

"Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya harus menghargai, negara kita adalah negara hukum. Segala macam bentuk konstitusi harus dihargai ya," pinta Dedi.

Sebelumnya diberitakan, Cawapres 02, Sandiaga Uno meminta supaya pernyataan-pernyataan para tokoh di Tanah Air tidak ditafsirkan sebagai gerakan makar.

"Jangan semua ungkapan ini dibelokkan ke pasal makar. Karena semua berkeinginan positif, optimis Indonesia yang lebih baik, adil makmur baldatun toyyibatun warobbun ghofur," kata Sandi di Sekretariat Nasional, Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/5).

Sandi mencontohkan kasus yang dugaan makar yang tengah menjerat politikus Partai Gerindra, Permadi Satrio Wiwoho. Dimana dalam video yang beredar, Permadi bicara soal revolusi ke sejumlah orang dalam suatu ruangan.

"Beliau juga di zaman sebelum reformasi mengalami begitu banyak masalah seperti ini dan atas pernyataan yang beliau... atas apa yang mereka sampaikan itu adalah menginginkan suatu perubahan agar sistem pemilu dan demokrasi kita lebih baik," ujar Sandi.

Reporter: Yopi Makdori [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini