Polri perkirakan isu agama masih digunakan buat kampanye hitam di Pilkada 2018

Jumat, 15 Desember 2017 16:08 Reporter : Nur Habibie
Polri perkirakan isu agama masih digunakan buat kampanye hitam di Pilkada 2018 Gedung Mabes Polri. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Tahun depan, sejumlah daerah bakal menggelar pemilihan kepala daerah dalam Pilkada 2018. Kepolisian memperkirakan isu agama menjadi dijadikan sebagai alat 'kampanye hitam' di Pilkada 2018.

"Kemungkinan isu itu masih akan digunakan," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Polisi Setyo Wasisto, di Mabes Polri Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (15/12).

Salah satu sebabnya, kata Wasisto, jumlah warga yang berpendidikan dan memiliki kematangan demokrasi di Indonesia masih sedikit.

"Masyarakat terdidik yang betul-betul memahami demokrasi hanya sekitar 30 persen," katanya.

Selain itu, keberadaan media sosial juga sangat berpengaruh dalam menggiring opini masyarakat.

Pilkada Serentak 2018 akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 di 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Tahapan Pilkada Serentak 2018 telah dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan yakni sejak Agustus 2017.

Dalam mengawal pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, jumlah anggota Polri yang dlibatkan mencapai 171.507 orang, 36.968 anggota TNI dan 756.470 personel linmas. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Polri
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini