Polri: Pemberantasan Pungli Tak Hanya di Pelabuhan, Tapi Setiap Tempat

Jumat, 11 Juni 2021 14:22 Reporter : Bachtiarudin Alam
Polri: Pemberantasan Pungli Tak Hanya di Pelabuhan, Tapi Setiap Tempat Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Usai mendengarkan curhatan sopir kontainer, Presiden Joko Widodo lantas meminta kepada Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo agar seluruh jajaran kepolisian memberantas seluruh tindakan pungutan liar (pungli) maupun premanisme yang ada dan meresahkan masyarakat.

"Jadi kemarin bapak Presiden sempat ada di Tanjung Priok kemudian sempat mengadakan dialog di sana, dan ternyata ada keresahan yang disampaikan oleh sopir kontainer," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono saat berada di Polda Jatim, Jumat (11/6).

"Asop Kapolri akhirnya memberikan instruksi, memberikan arahan kepada seluruh jajaran di seluruh Indonesia untuk melakukan operasi terhadap premanisme," kata Argo tambahnya.

Maka, Argo menyampaikan jika instruksi dari Kapolri terkait pemberantasan tindakan pungli dan premanisme telah dikirimkan ke seluruh Polda-Polda di Indonesia, supaya bisa segera bertindak.

"Ini menjadi tugas pokok Polri, kita juga sudah mengirimkan surat ke Polda-Polda, Polda Jawa Timur juga nanti akan terima suratnya langsung bertindak," ujarnya.

Bahkan Kapolri berpesan, kata Argo, jika operasi pemberantasan premanisme dan pungli ini harus digelar untuk seluruh wilayah. Tidak terbatas hanya di pelabuhan semata, karena tidak menutup kemungkinan hampir di seluruh daerah di Indonesia ada indikasi praktik premanisme maupun pungli.

"Tidak hanya Pelabuhan saja tapi di tempat lain yang memang terjadi pemerasan ataupun pungli seperti itu akan kita lakukan penindakan," tandas Argo.

Lebih lanjut, Argo mengatakan pihaknya juga aktif melakukan tindakan Preventif dengan menggandeng Babinsa dan Babinkabtimas. Serta menggerakkan Polres dan Polsek untuk memberikan edukasi.

"Namun jika edukasi tak bisa dilakukan maka tetap akan ada penindakan kepada orang yang melakukan praktik premanisme," pungkasnya.

Sebelumnya, Keluhan para supir truk kontainer terkait banyak pungutan liar (pungli) dan premanisme di Pelabuhan Tanjung Priok kepada Presiden Joko Widodo, langsung ditindaklanjuti jajaran kepolisian Polres Metro Jakarta Utara. Dengan langsung meringkus 49 pelaku pungli yang kerap meresahkan para supir kontainer.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Yusri Yunus menyampaikan ke-49 pelaku pungli ini merupakan para karyawan dari dua kelompok di pos, Depo PT Greeting Fortune Container dan lokasi kedua di Depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

"Kami amankan ini ada 49 orang karyawan dengan perannya masing-masing dan kelompok-kelompok masing di pos- pos ini, di dua PT disini PT DKM (Dwipa Kharisma Mitra) dan juga PT DFC (Depo PT Greeting Fortune Container) yang diamankan," kata Yusri saat jumpa pers, di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (11/6).

Ke-49 pelaku ini yang berhasil ditangkap ini merupakan angka komulatif dari hasil tindaklanjut pertama Polres Metro Jakarta Utara yang berhasil menangkap 12 di TKP PT DFC dan 16 orang di PT DKM. Sementara untuk Polsek Cilincing menangkap 6 pelaku dan Polsek Tanjung Priok mengamankan 15 pelaku.

"Ini mereka (para pelaku ditangkap) di pos-posnya masing dari mendekati pos Tanjung Priok, sampai mengangkat barang tersebut, Ini yang dilakukan para pelaku dengan pungli," ujarnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini