Polri Pastikan Virtual Police Bukan Untuk Kekang Kebebasan Bermedia Sosial

Rabu, 24 Februari 2021 18:57 Reporter : Bachtiarudin Alam
Polri Pastikan Virtual Police Bukan Untuk Kekang Kebebasan Bermedia Sosial Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2020 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono menilai jika kehadiran program virtual police dan virtual alert tidak akan mengekang kebebasan masyarakat dalam ruang media sosial masyarakat. Karena akan memberikan peringatan kepada akun di media sosial. Sebagaimana Surat Edaran (SE) Kapolri terkait kesadaran budaya beretika.

"Pertama berkaitan dengan virtual ini, saya rasa kita tidak mengekang ya. Kita tidak membatasi. Wong semua orang ngomong boleh kok," katanya saat konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (24/2).

Menurutnya, kehadiran program virtual police ini dinilai sebagai sarana mengedukasi masyarakat dalam bermedia sosial, agar jangan sampai melanggar tindak pidana.

"Cuma kalau mengarah pidana gimana? Kita boleh enggak ngasih tau? Kalau kita masih menerima langsung tindak lanjuti boleh tidak? Kita kan ada upaya membuat edukasi," ujarnya.

Atas hal itu, Argo mengajak kepada seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan edukasi kepada masyarakat dalam bermedia sosial, karena tugas edukasi bukan semata-nata hanya tugas Polri.

"Misal di kelompok lain bisa sebagai pimpinannya. Jadi sama-sama kita memberi tahu dengan adanya dunia maya ini biar bersih, tidak terjadi saling fitnah, saling ejek dan sebagainya. Dan polisi pun akan melihat, ada ahli dilibatkan. Kalau itu termasuk kritik kan tidak masuk. Kita kan ada ahlinya," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Tujuan Virtual Police...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. UU ITE
  3. Polri
  4. Polisi
  5. Media Sosial
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini