Polri pastikan penyerangan Pospol Tangerang aksi teroris

Kamis, 20 Oktober 2016 12:49 Reporter : Juven Martua Sitompul
Polri pastikan penyerangan Pospol Tangerang aksi teroris Lokasi Pospol Cikokol yang diserang. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pria berinisial SA (22) melakukan penyerangan secara membabi buta di Pospol Cikokol, Tangerang. Akibat penyerangan itu, Kapolsek Tangerang Kompol Efendi serta dua anggotanya Bripka Sukardi dan Iptu Bambang H mengalami luka tusukan serius di bagian punggung dan dada.

Bukan hanya menyerang dengan senjata tajam pelaku juga sempat melemparkan sebuah pipa diduga bom ke dalam Pospol. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menyebut aksi itu merupakan bagian dari teror.

"Ini termasuk aksi teror dan diduga terlibat dalam jaringan teroris, perbuatan mirip dan patut kita duga jaringan dengan teror," kata Boy di Gedung Humas Polri, Jakarta, Kamis (20/10).

Kendati begitu, Boy belum mau menyimpulkan jika pelaku merupakan anggota dari salah satu jaringan teroris yang ada di tanah air. Polisi masih menunggu pelaku pulih untuk dimintai keterangan. Saat ini, pelaku masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Iya belum bisa dikaitkan ke mana-mana dulu. Pelaku yang kita gali dan motifnya. Masih terus didalami. Tapi kamu fokus untuk memulihkan kondisinya, baru meminta keterangannya," pungkas Boy.

Sebelumnya, seorang pria berinisial SA (22) menyerang Pospol Cikokol, Tangerang, Kamis (20/10) pagi. Penyerangan terjadi sekitar Pukul 07.10 WIB, saat petugas tengah mengatur lalu lintas tiba-tiba SA menyerang secara membabi buta menggunakan senjata tajam.

Akibat penyerangan itu, dua anggota polisi Bripka Sukardi dan Iptu Bambang H mengalami luka tusukan di bagian punggung dan dada. Kapolsek Tangerang Kompol Efendi yang tak jauh dari Pospol mendatangi lokasi.

Melihat anak buahnya terluka, Efendi lantas menembak SA di bagian kaki. Namun, SA melakukan perlawanan dan menyerang Efendi hingga mengalami luka tusukan serius di bagian dada.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah alat bukti. Di antaranya, dua senjata tajam dan dua bom pipa. Saat ini, Efendi dan dua anak buahnya serta pelaku berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan secara intensif. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini