Polri Koordinasi dengan Menteri Sofyan Djalil Soal Mafia Tanah di Kementerian ATR/BPN

Sabtu, 9 Oktober 2021 14:53 Reporter : Nur Habibie
Polri Koordinasi dengan Menteri Sofyan Djalil Soal Mafia Tanah di Kementerian ATR/BPN Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowk Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam pemberantasan mafia tanah yang ada internal kementerian itu.

Hal itu disampaikan terkait apa yang disampaikan Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil soalnya banyaknya anak buahnya terlibat dalam aksi mafia tanah.

"Nanti dikoordinasikan kalau mengenai internal mereka," kata Argo saat dihubungi, Sabtu (9/10).

Argo mengungkapkan, antara Polri dan Kementerian ATR/BPN sudah saling bekerjasama untuk untuk memberantas mafia tanah. Apalagi, sudah adanya atau dibentuknya Satgas Mafia Tanah.

"Kan sudah ada Satgas Mafia Tanah antara Polri dan BPN," ungkapnya.

Sebelumnya, Jejaring mafia tanah semakin menggurita. Berbagai pihak digoda untuk terlibat dengan iming-iming fulus luar biasa. Terutama kalangan pegawai negeri di lingkaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil tidak menutup mata banyak anak buahnya terlibat dalam aksi mafia tanah. Para pegawai nakal ini bahkan menjadi bagian dari aksi para mafia menyerobot tiap lahan warga.

"Jadi (anggota) BPN juga kalau orang mengatakan bagian dari mafia tanah, saya akui betul," ucap Sofyan dalam seminar virtual, Kamis (7/10).

Sebenarnya jumlah mafia tanah tidak terlalu banyak. Menurut Sofyan, justru kelompok ini semakin berbahaya karena membuat jaringan di berbagai lembaga. Termasuk di kantornya.

Perang melawan mafia tanah tidak pernah usai. Menteri Sofyan menegaskan terus memerangi masalah ini.

Adapun korban mafia tanah bukan hanya masyarakat. Negara juga kerap merasakan dampaknya. Seperti kasus Pertamina yang berada di Pulomas, Rawamangun.

"Menang (Pertamina) dan yang menggugat diputuskan membayar 240 miliar sekian. Tiba-tiba pengadilan mendebet uang Pertamina, setelah itu hilang begitu saja, tidak tahu ke mana," ungkap dia.

Sofyan berjanji segera memecat anggota BPN terlibat dengan mafia tanah. Langkah ini diambil sebagai wujud bersih-bersih dari tangan kotor pegawai nakal di kementerian yang dipimpinnya.

"Akan segera saya pecat orang yang terlibat dan sekarang ini banyak program pembersihan internal," ujar Sofyan menegaskan. [gil]

Baca juga:
Sofyan Djalil
Sofyan Djalil
Mahfud MD Bongkar Aksi Mafia Tanah Pasti Kerja Sama dengan Pengadilan
Hakim Agung: Hadapi Mafia Tanah Harus Ambil Sikap Afirmatif
Mahfud MD Ingatkan KY, Awasi Hakim Tangani Perkara Sengketa Tanah

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini