Polri kaji laporan Situs Skandal Sandiaga

Jumat, 28 September 2018 16:30 Reporter : Merdeka
Polri kaji laporan Situs Skandal Sandiaga sandiaga di pasar Sendiko. ©2018 Merdeka.com/danny

Merdeka.com - Polri telah menerima laporan terkait situs skandal Sandiaga Uno. Saat ini, laporan tersebut tengah dikaji apakah masuk pidana umum atau pelanggaran Pemilu.

"Nanti dilihat apakah ini pelanggaran (pidana umum) atau tindak pidana pemilu," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (28/9/2018).

Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan kampanye hitam pada situs tersebut.

Jika masuk pelanggaran Pemilu, Polri akan menyerahkan kasus tersebut kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu). Sentra Gakkumdu sendiri terdiri dari Polri, Bawaslu dan Kejaksaan.

"Kalau tidak pidana pemilu nanti diserahkan ke Gakkumdu dan akan digelarkan perkara. Dari hasil perkara tersebut kalau dinyatakan hasil tindak pidana akan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Kalau sudah begitu 14 hari penyidikannya," katanya.

Dedi memastikan, Polri akan menangani perkara tersebut secara profesional. Dia membantah tudingan Polri berat sebelah dalam merespons laporan pelanggaran di lembaganya.

"Kami akan tangani secara profesional. Kalau laporan ke Bareskrim pasti Bareskrim akan menangani dengan mekanisme SOP," ucapnya.

Jenderal bintang satu itu menjelaskan mekanisme penanganan kasus di lembaganya. Laporan yang diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) akan diserahkan ke Biro Pembinaan dan Operasional (Robinops) Bareskrim Polri.

"Nanti diserahkan kepada sesuai dengan tupoksi penanganan tindak pidannya. Kalau itu tindak pidana umum itu ke Pidum," kata Dedi.

Semua pelapor bisa mengecek sejauh mana penanganan perkaranya secara daring. Yakni dengan mengakses Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Online.

"Sekarang ada e-management penyidikan. Semua perkara yang diterima setiap direktorat bisa langsung diawasi atasan penyidik," dia menandaskan.

Sebelumnya, tim pemenangan pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melaporkan munculnya situs skandal Sandiaga ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut dilayangkan pada Kamis 27 September 2018 dengan Surat Tanda Terima Laporan bernomor STTL/981/IX/2018/Bareskrim.

Reporter:Nafiysul Qodar

Sumber : Liputan6.com [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini