Polri ingatkan media menjaga kesejukan pesta demokrasi

Rabu, 14 Maret 2018 19:38 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Polri ingatkan media menjaga kesejukan pesta demokrasi diskusi hantu hoax. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Polri membentuk empat tim satuan petugas untuk mengawasi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018. Tim itu di antaranya satgas manajemen sosial, anti politik uang, satgas kemitraan dan media serta satgas nusantara.

"Dari satgas itu ada 4 sub satgas. Ada sub satgas manajemen sosial gunanya untuk mengajak komponen masyarakat untuk mengadakan kegiatan yang menyampaikan pesan-pesan sejuk," kata Karopenmas Polri Brigjen Mochammad Iqbal dalam diskusi hantu hoax dalam pemberitaan media di hotel Oria, Jakarta Pusat, Rabu (14/3).

Iqbal melanjutkan, dari subsatgas kemitraan fungsinya hampir sama dengan satgas manajemen sosial. Kemudian dari subsatgas media, Polri akan ikut berkontribusi untuk menyaring berita-berita saat Pilkada.

"Manajemen media juga akan saya kelola, ikut ambil bagian agar temen-temen tidak terjebak dengan hoax. Ada formula khusus kepolisian untuk merangkul media, ini salah satu cooling system. Terakhir ialah subastgas penegakkan hukum. 85 persen adalah preventive approach, 15 coercive approach. Mabes perintahkan untuk lakukan ini," kata Iqbal.

Menurut Iqbal, media memiliki kontribusi yang sangat penting untuk menyejukkan pesta demokrasi. Polri berharap media dapat berliterasi dengan baik supaya tak tercampur dengan hantu hantu penyebar berita palsu.

"Saya kira media, pewarta, memiliki kontribusi sangat besar untuk memperkuat cooling system terhadap apa yang kami lakukan, jangan sampai malah bercampur dengan hantu-hantu (hoaks) ini. Walaupun memang ada kebebasan, tapi luar biasa media ini memengaruhi persepsi publik. Luar biasa," ujarnya.

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini juga mengungkapkan saat ini terdapat media mainstream yang telah terjebak dalam pemberitaan hoaks. Dia juga menyarankan baiknya media mengutamakan akurasi dibanding kecepatan. Sehingga tak hanya menekankan lomba adu cepat yang isinya belum tentu valid. "Link (berita naik) saya duluan, yang lain contoh nanti amburadul semua itu," ucapnya.

Kendati demikian, Iqbal mengatakan, bahwa media merupakan partner divisi Humas Polri yang paling penting dalam pesta demokrasi. Namun, Polri tetap menegakkan hukum jika media keluar dari jalur.

"Divisi Humas adalah mitra media untuk menyejukkan pesta demokrasi. Tetapi kita lakukan penegakkan hukum dengan masif juga Patroli siber, 24 hours, orangnya saya betul-betul ajeg melihat konten. Kita langsung lakukan imbauan," pungkasnya. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini