Polri Buru Syfullah, Otak Pengendali N dan Sejumlah Teroris di Indonesia

Selasa, 23 Juli 2019 16:10 Reporter : Merdeka
Polri Buru Syfullah, Otak Pengendali N dan Sejumlah Teroris di Indonesia Rilis Teroris JAD. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Polisi tengah memburu terduga teroris Syfullah yang diperkirakan berada di wilayah Khurasan, Afghanistan. Syfullah disinyalir merupakan otak dari N, terduga teroris ditangkap di Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7).

Selain N, Syfullah juga diduga mengendalikan beberapa teroris lain di Indonesia. Seperti pelaku teror, Yoga, anggota JAD Kalimantan Timur.

Yoga sendiri telah ditangkap pada Juni 2019 lalu. Yoga ini diduga memiliki peran seperti Andi Baso, penghubung ISIS dengan JAD di Indonesia atau Filipina.

"Andi Baso ini memiliki kemampuan untuk merekrut orang. Dia WNI, diyakini saat ini ada di Filipina Selatan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, dalam konferensi pers di Kantor Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

Berkat kerjasama Polri dengan dinas kepolisian di beberapa negara, termasuk Filipina, kata Dedi, polisi berhasil menemukan aliran dana kepada Syfullah dari empat negara.

"Saudara Syfullah ini menerima beberapa aliran dana, ini aliran dana dari negara Tobago ada tujuh kali, dari Maldives ada satu kali, Venezuela satu kali, Jerman dua kali, dan Malaysia sekali," ungkap Dedi.

Dua belas aliran dana tersebut, kata Dedi, dikirim pada periode Maret 2016 hingga September 2017 lalu. Polisi mengidentifikasi, total ada Rp413.169.854 dana yang berhasil dikirimkan.

"Mereka menggunakan sistem aliran dana Western Union," kata Dedi.

Syfullah ini berhubungan dengan sejumlah tokoh ISIS di Khurasan. Termasuk Muhammad Aulia yang diketahui mengatur seluruh komunikasi, perjalanan dan transfer.

"Ini 19 orang berangkat ke Khurasan dan dideportasi di Bangkok tanggal 13 Juni lalu, dan ini sudah ditangkap sekitar 12 orang. Satu lagi masih DPO di Indonesia terkoneksi dengan mastermind atas nama Abu Saedah," jelasnya.

Abu Saedah ini, menurut keterangan Dedi, memiliki peran menyalurkan bantuan dana ke N. "Memberikan uang ke Novendri (N) sebesar Rp18 juta dari mastermind-nya (Syfullah) itu," jelasnya.

Sebelumnya, Densus 88 berhasil menangkap terduga teroris yang terafiliasi dengan jaringan Jamaah Anshar Daulah (JAD) baik di Indonesia maupun di luar negeri. Terduga diketahui berinisial N. N ditangkep Padang, Sumatera Barat, Kamis (18/7).

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan N ini terafiliasi juga dengan Mujahidin Indonesia Timur (MIT). "N ini memiliki komunikasi hubungan dengan JAD yang berada di Indonesia dan JAD yang di luar negeri. N ini memiliki koneksi juga ke Mujahidin Indonesia Timur," kata Dedi dalam konferensi pers di Kantor Divhumas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (23/7).

N terafiliasi dengan JAD Indonesia seperti jaringan JAD Sibolga, Lampung, dan juga Bekasi. Dari keterangan Dedi, N diketahui dikendalikan oleh seorang otak intelektual atas nama Syfullah alias Daniel alias Caniago. Syfullah, kata Dedi sudah ditetapkan sebagai DPO oleh pihak kepolisian.

Polisi menduga, Syfullah saat ini berada di sebuah wilayah yang dikenal dengan Khurasan. Area yang berada di irisan antara Iran, Uzbekistan, dan juga Afghanistan.

Dedi menjelaskan, kenapa Syfullah berada di Khurasan. Menurutnya pasca runtuhnya kekuasaan organisasi teroris ISIS di Iraq dan Suriah, beberapa anggota ISIS melipir ke beberapa wilayah di sekitar sana. Salah satu wilayah yang potensial ialah Khurasan.

Bukan tanpa alasan kenapa mereka memilih daerah itu. Kata Dedi, daerah Khurasan merupakan wilayah abu-abu tanpa kontrol dari otoritas pemerintah.

"Ini daerah abu-abu. Daerah perbatasan yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Oleh karenanya mereka kuat di situ," jelas Dedi.

Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 28 item. "Ada laptop, kemudian ada 7 unit handphone, ada 6 SIM card, beberapa dokumen pribadi, kemudian buku jihad, kemudian ada sejumlah uang tunai Rp1,5 juta, beberapa buku tabungan, kemudian beberapa gulung kawat dan sebagainya," ungkap Dedi.

Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini