Polri akui kesulitan tangani kasus kebakaran hutan

Selasa, 15 September 2015 17:10 Reporter : Al Amin
Polri akui kesulitan tangani kasus kebakaran hutan kebakaran hutan di pekanbaru. ©AFP PHOTO/ALFACHROZIE

Merdeka.com - Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol Yazid Fanani mengaku kesulitan dalam menangani kasus kebakaran hutan dan lahan. Kondisi lapangan yang terdiri dari perbukitan membuat penyidik harus kerja ekstra keras.

"TKP itu kan tidak seperti di Jakarta. Kadang gunung dan hutan sulit ditembus. Dan dalam satu izin itu hotspot itu bisa lebih dari sepuluh," kata Yazid di Mabes Polri, Selasa (15/9).

Ia menjelaskan, dalam menentukan tersangka pembakaran hutan dan lahan memerlukan kesaksian ahli dan temuan di lapangan. Selain itu, mabes menggunakan citra satelit untuk melihat, lahan milik siapa saja yang terbakar.

"Apa yang kita tangani datanya bersumber dari satelit," ujarnya.

Yazid mengatakan, saat ini Bareskrim tengah menangani 131 kasus pembakaran lahan dan hutan yang terjadi di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Riau dan Sumatera Selatan. Kasus tersebut melibatkan 126 orang tersangka dan melibatkan 24 korporasi.

Bareskrim juga telah menetapkan PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Group sebagai tersangka pembakar lahan dan hutan. Dua perusahaan lainnya, TPR dan WNI telah ditingkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca juga:
Ribuan warga Riau gelar salat minta hujan di tengah kabut asap
Menko Polhukam: Masalah kebakaran sudah sampai tingkat kritis
Satu perusahaan jadi tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan
Kebakaran hutan di era Mega bisa diprediksi 3 bulan sebelumnya
Wapres JK minta laporan Mensesneg dan Kepala Staf Presiden soal asap

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini