Polri akan Serahkan Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung Malam Ini

Jumat, 31 Juli 2020 20:10 Reporter : Ronald
Polri akan Serahkan Djoko Tjandra ke Kejaksaan Agung Malam Ini Djoko Tjandra. ©ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Merdeka.com - Bareskrim Polri akan menyerahkan Djoko Tjandra, buronan kasus korupsi hak tagih Bank Bali ke Kejaksaan Agung (Kejagung) malam ini. Proses itu diperkirakan berlangsung pukul 21.00 Wib ini.

"Iya malam ini, tunggu saja di Bareskrim," kata Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono, saat dihubungi merdeka.com, Jumat (31/7) malam.

Awi bersama Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo, akan mendampingi proses ini.

Dia menambahkan, sebelum diserahkan ke Kejaksaan Agung, pihak Mabes Polri sudah memeriksa kesehatan Djoko Tjandra. Termasuk dilakukan tes Covid-19.

"Negatif, itu hasil dari swab," jelas Awi.

Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memimpin penangkapan buronan kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra di Malaysia, Kamis (30/7). Kabareskrim mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan pihak kepolisian Malaysia dalam menangkap Djoko Tjandra.

"Dari pencarian itu dapat info ada di Malaysia, oleh karena itu ditindaklanjuti, Kapolri kirim surat ke polisi diraja Malaysia, siang tadi dapat info yang bersangkutan bisa diketahui, tadi sore kami dari Kabareskrim dan Bareskrim berangkat untuk melakukan pengambilan dan Alhamdulillah kerja sama kami Bareskrim dan kepolisian diraja malaysia, Djoko Tjandra kita amankan," ujar Listyo Sigit di Bandara Halim Perdanakusuma,Jakarta Timur.

Djoko Tjandra menjadi buronan Kejaksaan Agung sejak 2009 silam. Pelarian Djoko Tjandra berawal ketika pada Agustus 2000 didakwa oleh JPU Antasari Azhar melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus Bank Bali. Namun, Majelis hakim memutuskan Djoko Tjandra lepas dari segala tuntutan karena perbuatannya tersebut bukanlah tindak pidana, melainkan perdata.

Lalu Oktober 2008, Kejagung kemudian mengajukan peninjauan kembali (PK) kasus tersebut. Pada Juni 2009 Mahkamah Agung (MA) menerima PK yang diajukan Kejagung dan menjatuhkan hukuman penjara dua tahun kepada Djoko Tjandra, selain denda Rp 15 juta.

Namun, Djoko Tjandra mangkir dari pengadilan Kejaksaan untuk dieksekusi. Bos Grup Mulia itu kemudian dinyatakan sebagai buron dan diduga telah melarikan diri ke Port Moresby, Papua Nugini.

Kini, Djoko Tjandra terhenti. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini