Polrestabes Makassar Periksa 3 Selebgram Endorse Arisan Bodong

Selasa, 21 September 2021 14:13 Reporter : Ihwan Fajar
Polrestabes Makassar Periksa 3 Selebgram Endorse Arisan Bodong Tiga selebgram diperiksa polisi terkait arisan bodong. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mendalami kasus arisan bodong yang merugikan belasan orang. Setelah menetapkan tiga tersangka, polisi memanggil tiga selebgram yang membantu tersangka memperkenalkan arisan bodong tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Jamal Faturakhman mengatakan pihaknya sudah memeriksa belasan orang yang menjadi korban arisan bodong. Dari pemeriksaan tersebut, terungkap untuk sementara ini total para korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

"Adapun kerugian yang dialami korban sudah sampai saat ratusan juta rupiah. Namun kami belum bisa pastikan, karena belum semua korban datang untuk melapor ke Polrestabes Makassar," kata Jamal kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Selasa (21/9).

Selain memeriksa sejumlah korban, polisi juga akan memeriksa tiga selebgram yang di-endorse oleh tersangka untuk memperkenalkan arisan bodong tersebut. Ia mengatakan pemeriksaan terhadap selebgram tersebut untuk mendalami peranannya dalam kasus tersebut.

"Ada pun beberapa orang kami juga panggil terkait endorse ataupun memperkenalkan atau memviralkan terkait arisan ini. Kurang lebih ada dua sampai tiga orang influencer atau selebgram sudah kami panggil untuk memberikan keterangan terkait peranannya di perkara ini," bebernya.

Jamal menambahkan tiga tersangka yakni owner arisan amanah berinisial LD, admin berinisial MD, dan AR sudah ditetapkan tersangka. Mereka juga telah ditahan di Rutan Mapolrestabes Makassar.

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah wanita mendatangi Markas Kepolisian Sektor Rappocini Makassar, Rabu (15/9). Puluhan wanita ini datang melapor karena telah menjadi korban penipuan investasi bodong.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Rappocini, Inspektur Satu Ahmad Rizal mengatakan puluhan wanita datang ke kantornya karena menjadi korban penipuan investasi dan arisan bodong. Ahmad mengaku pihaknya sudah mengamankan tiga terduga pelaku terlibat dalam investasi dan arisan bodong tersebut.

"Jadi mereka melaporkan dugaan penipuan yang diduga dilakukan oleh saudari Lisda terkait dengan investasi (bodong). Korban itu memasukkan sejumlah uang kepada terlapor kemudian dijanjikan akan diberikan keuntungan antara Rp1 - 1,5 juta per lima harinya," ujarnya kepada wartawan.

Ahmad menjelaskan awalnya pihaknya melakukan mediasi antara salah satu korban dengan terduga pelaku. Tetapi, setelah dikembangkan ternyata ada puluhan yang menjadi korban.

"Kami melakukan mediasi, cuma karena korbannya banyak lebih dari 100 orang apalagi jumlah kerugiannya juga cukup fantastis, maka perkara ini akan kita limpahkan ke Polrestabes (Makassar)," tuturnya.

Ahmad mengatakan tiga terduga pelaku tersebut beraksi melakukan penipuan dan penggelapan dari sebuah indekos di kawasan Jalan Pelita Makassar. Meski demikian, Ahmad mengaku pihaknya masih mendalami sudah berapa lama terduga pelaku beroperasi.

"Masih didalami soal berapa lama mereka beroperasi. Korbannya ini bukan hanya dari Makassar, bahkan ada yang dari pulau Jawa," bebernya.

Sementara salah satu korban, Sari mengatakan dirinya mengalami kerugian hingga Rp39 juta. Sari mengungkapkan pertama kali tertarik bergabung dalam investasi dan arisan bodong tersebut dari akun di Instagram pada Februari 2021.

"Pertama kali tahu dari Instagram namanya Arisan Amanah. Saya baru tahu nama aslinya (salah satunya) Lisda, karena selama ini tahu namanya Puput," kata dia.

Sari mengungkapkan setidaknya ada 200 orang lebih yang bergabung. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penipuan
  3. Makassar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini