Polres Tangsel Telusuri Asal Peluru Tajam yang Dijual Yongki

Senin, 4 November 2019 20:42 Reporter : Kirom
Polres Tangsel Telusuri Asal Peluru Tajam yang Dijual Yongki Pelaku penjualan airsoft gun berpeluru tajam. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polres Tangerang Selatan menelusuri asal muasal peluru tajam yang ada pada perakit senjata api dari bahan airsoft gun bekas dari tersangka CMF alias Yongki. Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan memastikan bahwa peluru yang diamankan sebanyak 60 butir adalah jenis peluru tajam.

"Sedang kami kembangkan dari mana asal peluru tajam yang ada di tangan tersangka," ucap Ferdy, Senin (4/11).

Ditegaskan dia, pengungkapan perakitan dan kepemilikan senjata api itu bermula dari pengembangan kasus narkotika yang ditangani Polsek Ciputat. Saat digeledah di rumah tersangka, polisi menyita barang bukti sabu, ganja dan sejumlah pucuk senjata airsoft gun rakitan beserta peluru tajam.

"Jadi ini adalah airsoft gun rusak yang dibeli pelaku untuk dirakit menjadi senjata api. Pelaku memang hobi senjata, dan baru merakit sejak setahun ini dan dijual pada Agustus 2019," kata AKBP Ferdy Irawan.

Diakui tersangka, perakitan airsoft gun menjadi senjata api ini dipelajari pelaku secara otodidak, dengan mempelajari dari online.

"Belajar otodidak dari Google. Kepada tersangka kita kenakan Undang-Undang Narkotika dan UU Darurat nomor 12 tahun 51 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," terang Kapolres.

Untuk perakitan airsoft gun menjadi senjata api ini, pelaku membeli dari market place seharga Rp500 ribu.

Dari senjata airsoft gun rusak itu, pelaku kemudian merakit dan menjual seharga Rp5 juta per pucuk, berikut isi peluru tajam.

"Pengakuan tersangka dijual seharga Rp5 juta berikut peluru tajamnya. Jadi ini hobi tersangka, kalau ciri khasnya revolver. modalnya di bawah Rp500 ribu dan rata-rata belinya seken," ucap dia. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Senjata Api Ilegal
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini