Polres Tangerang petakan wilayah rawan konflik di Pilkades

Senin, 7 Agustus 2017 10:24 Reporter : Kirom
Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - 13 desa dari 16 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Tangerang melaksanakan pemilihan kepala desa alias Pilkades. Disinyalir sejumlah desa rawan konflik. Kecamatan Mauk, Kronjo dan beberapa wilayah lain di sama menjadi fokus polisi mengantisipasi konflik horizontal.

"Satu kali kejadian konflik akibat dari masalah sosial, itu berbanding lurus dengan masalah kamtibmas apalagi terhadap konflik-konflik politik. Itu paling rawan," kata Kapolres Kota Tangerang AKBP Sabilul Alif di Mapolres, Senin (7/8).

Menurutnya, pemicu konflik dalam suasana Pilkades bermacam-macam, dan sering kali masyarakat berselisih ketika ada perbedaan, sehingga mengganggu Kamtibmas. Padahal perbedaan pilihan saat pilkades bisa diantisipasi secara dini.

"Oleh karena itu, antisipasi, deteksi dini mulai dari sekarang. Mengenal akar rumput sebagai satu bagian dari pondasi kita bersama itu sangat tepat," kata pria yang sudah lima kali menjabat Kapolres itu.

Pihaknya mengaku sudah melakukan berbagai langkah antisipatif, terhadap beberapa potensi yang mungkin muncul pada pilkades yang akan digelar serempak tanggal 27 Agustus 2017 besok.

"Konflik politik sering juga dibawa ke konflik sosial, ini sangat bahaya. Maka saya imbau masyarakat di Kabupaten Tangerang, untuk menahan diri jika menemukan indikasi-indikasi yang tidak benar dalam Pilkades. Laporkan ke petugas polisi dan panitia pemilu, masyarakat tidak bisa mengambil tindakan sendiri, saya tidak main-main, jika ada itu (perselisihan) saya akan tindak tegas," kata dia. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu
  2. Tangerang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.