Polres Jakbar Sebut Video Viral Warga Cekcok dengan Anggota Terkait Kasus Perjudian

Sabtu, 7 November 2020 14:52 Reporter : Merdeka
Polres Jakbar Sebut Video Viral Warga Cekcok dengan Anggota Terkait Kasus Perjudian Video cekcok di Jakbar diduga terkait perjudian. ©2020 Sosial Media

Merdeka.com - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru menjelaskan terkait video viral anggota polisi cekcok dengan warga yang melawan saat diminta ponselnya untuk diperiksa. Rekaman berdurasi 1 menit 47 detik itu beredar luas melalui media sosial.

"Jadi kami mendapatkan informasi adanya sebuah kedai kopi yang dijadikan sebagai tempat berkumpulnya orang yang melakukan perjudian melalui online, menggunakan media telepon seluler," tutur Audy dalam keterangannya, Sabtu (7/11).

Audy mengatakan, atas dasar itu maka petugas berupaya melakukan penangkapan di lokasi, tepatnya Komplek Duta Mas Jelambar, Jakarta Barat, Rabu 4 November 2020 sekitar pukul 17.00 Wib.

"Setibanya di lokasi, anggota kami menemukan ciri-ciri orang berdasarkan informasi yang kami dapatkan," jelas dia.

Petugas kemudian menunjukkan surat perintah tugas. Dengan begitu pihak kepolisian berhak dan memiliki kewenangan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang dicurigai melanggar pidana, sesuai KUHP.

Namun, saat hendak dilakukan pemeriksaan handphone milik terduga pelaku tindak pidana kasus perjudian berinisial LPK alias AL (75), petugas dihalang-halangi oleh rekan-rekannya. Di dalam handphone itu sendiri terdapat SMS yang berisi sejumlah nomor pasangan judi togel.

"Saat petugas kami dihalangi oleh teman-temannya pelaku, pelaku berhasil melarikan diri dan handphone miliknya tertinggal yang berisi catatan pasangan togel," kata Audy.

Petugas pun melakukan pengejaran dan esok harinya menangkap LPK alias AL di Jalan Jelambar Selatan XVI, Jelambar, Jakarta Barat sekitar pukul 20.00 Wib. Sementara, usai pengembangan didapati pelaku lain berinisial RS alias AS yang merupakan penerima nomor-nomor pasangan judi togel.

"Saya juga memerintahkan kepada Kasat Reskrim untuk menindak pelaku penghasutan dan provokasi yang di dalam video tersebut. Saat petugas menunjukkan surat perintah, menyebutkan bahwa petugas yang sedang melakukan penangkapan adalah petugas gadungan," kata Audy.

Reporter: Nanda Perdana
Sumber : Liputan6.com [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini