Politisi PDIP Mufti Anam Fasilitasi Pembelajaran New Normal di Pesantren

Kamis, 4 Juni 2020 15:11 Reporter : Hery H Winarno
Politisi PDIP Mufti Anam Fasilitasi Pembelajaran New Normal di Pesantren Mufti Anam Fasilitasi Pembelajaran New Normal di Pesantren. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah pesantren mulai menyiapkan pembelajaran berkonsep new normal dengan memperhatikan protokol kesehatan. Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Mufti Anam, mengatakan, new normal di lingkungan pesantren perlu mendapat perhatian, mengingat besarnya jumlah santri di Tanah Air.

"Pesantren berperan penting mendidik kaum muda dengan paham yang tawasuth, tasamuh, yang moderat dan toleran, yang otomatis itu menjaga Indonesia dalam bingkai keberagaman. Maka kita harus bergotong royong membantu new normal di pesantren agar pembelajaran berjalan efektif sekaligus aman dari Covid-19 dan penyakit lainnya," ujar Mufti Anam, Kamis (4/6/2020).

Oleh karena itu, Mufti Anam bergerak membantu pesantren menyambut new normal. Untuk tahap awal, langkah itu dilakukan di Ponpes Nurul Qadim, Probolinggo. Di pesantren tersebut, terdapat Majelis Syubbanul Muslimin asuhan KH Hafidzul Hakiem, salah satu majelis salawat terbesar di Indonesia yang setiap tampil selalu dihadiri puluhan ribu orang, serta pengikutnya di media sosial mencapai jutaan.

mufti anam fasilitasi pembelajaran new normal di pesantren

Mufti Anam Fasilitasi Pembelajaran New Normal di Pesantren ©2020 Merdeka.com

"Program ini sekaligus implementasi dari gotong royong dalam spirit Juni sebagai Bulan Bung Karno. Intisari Pancasila adalah gotong royong, dan hanya dengan gotong royong kita bisa menyambut new normal dengan aman dari Covid-19 dan tetap produktif, termasuk produktif dalam pendidikan," ujarnya.

Dalam program itu, Mufti memfasilitasi rapid test masal untuk para santri yang datang secara bertahap. Kesehatan para santri juga diperiksa. Santri yang datang bertahap akan menjalani isolasi terlebih dahulu. Pembelajaran belum akan dimulai 14 hari setelah santri datang.

Tampak para santri berjajar rapi. Petugas yang memeriksa menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Saat pendataan, para pengurus pesantren juga sudah dilengkapi pelindung dengan masker dan face shield. "Alhamdulillah, sejauh ini, semua hasilnya non reaktif," ujar Mufti.

"Para pengajar, pengurus, dan pengasuh pesantren kami lengkapi pelindung wajah (face shield) agar nyaman dan aman saat pembelajaran dimulai ke depan. Sebelumnya kami menyalurkan ribuan masker untuk kalangan santri dan keluarga besarnya," ujar politisi muda tersebut.

mufti anam fasilitasi pembelajaran new normal di pesantren

Mufti Anam Fasilitasi Pembelajaran New Normal di Pesantren ©2020 Merdeka.com

Selain itu, ada program pemberian berbagai fasilitas penunjang kesehatan seperti ratusan liter hand sanitizer dan disinfektan, serta ribuan strip vitamin.

"Tahap selanjutnya kami akan memberikan ratusan set alat makan yang kemudian akan diberi nama masing-masing santri. Jadi santri punya alat makan masing-masing, minimal punya cadangan alat makannya masing-masing, sehingga semua lebih higienis," papar Mufti. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PDIP
  3. The New Normal
  4. Probolinggo
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini