Politisi PDIP kritik bos Pemred Obor Rakyat jadi komisaris Antam

Senin, 27 Juli 2015 10:42 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Politisi PDIP kritik bos Pemred Obor Rakyat jadi komisaris Antam Velix Wanggai. ©wordpress.com/blogspot.com

Merdeka.com - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma Sundari mengkritik pengangkatan kembali Velix Vernando Wanggai, sebagai komisaris PT Aneka Tambang Tbk. Saat menjabat Staf Khusus Presiden SBY, Velix adalah bos dari Setiyardi Budiono, Pemimpin Redaksi (Pemred) Obor Rakyat, tabloid yang memfitnah dan menghina Jokowi dalam musim Pilpres 2014 lalu.

"Saya menyesalkan proses rekrutmen pejabat-pejabat BUMN yang sangat tidak sensitif terhadap kepentingan presiden untuk menyukseskan Nawacita," kata Eva kepada merdeka.com, Senin (27/7).

Bahkan Eva mencium ada kecenderungan sabotase pribadi dan kelompok untuk meloloskan agenda di luar agenda presiden.

"Bagaimana para individu yang diduga dan sudah dilaporkan terkait kasus Obor Rakyat bisa justru diberikan posisi strategis untuk mengawal Nawacita? Ini di luar akal sehat," kata Eva yang kini menjabat staf khusus Kepala Bappenas ini.

Menurut Eva, hal ini menguatkan indikasi bahwa tim seleksi pejabat BUMN justru menjerumuskan presiden.

"Satu untuk meloloskan bukan loyalis, kedua membenturkan presiden dgn pendukung-pendukung yang masih menuntut keadilan atas kasus Obor Rakyat," kata Eva tentang kasus yang sedang menunggu proses pengadilan dua terdakwa, Setriyadi Budiono dan Dharmawan Sepriyosa.

Tidak hanya itu, bagi Eva, hal ini juga menunjukkan kadar loyalitas para pembantu presiden yang banyak menolak memasukkan para relawan dan pendukung yang loyal pada presiden.

"Mereka justru memasukkan para penyerang presiden untuk jabatan-jabatan di BUMN. Jangan-jangan tim seleksi loyal ke para penyerang presiden dan pejabat istana yang lalu," kata Eva.

Saat menjabat sebagai Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah era SBY, Velix pernah membantah keterlibatannya dalam kasus Obor Rakyat.

"Walaupun saudara Setiyardi Budiono adalah staf di kantor Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah, apa yang dilakukan oleh Setyardi adalah pandangan dan sikap pribadi," kata Velix lewat keterangan tertulis medio Juni tahun lalu.

Seperti diketahui, Velix kini menjabat sebagai salah satu komisaris PT Antam Tbk, lewat Rapat Umum Pemegang Saham pada 31 Maret 2015. Velix sudah menduduki jabatan ini sejak 30 April 2013 atau saat era pemerintahan Presiden SBY.

Uniknya, di era Jokowi, bekas loyalis SBY ini tidak hanya menjabat sebagai komisaris BUMN prestisius, tetapi juga menjadi pejabat eselon II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera). Velix didapuk sebagai Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PU-Pera di bawah kepemimpinan Menteri Basuki Hadimuljono. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Antam
  2. Obor Rakyat
  3. PDIP
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini