Polisikan Prabowo Sebarkan Hoaks Ratna Sarumpaet, Farhat Diperiksa Polda Metro

Selasa, 23 April 2019 13:32 Reporter : Hari Ariyanti
Polisikan Prabowo Sebarkan Hoaks Ratna Sarumpaet, Farhat Diperiksa Polda Metro Farhat Abbas diperiksa KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Saat kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet muncul, sejumlah politikus juga dilaporkan karena diduga ikut menyebarkan kabar bohong tersebut. Salah satu pihak yang dilaporkan adalah Prabowo Subianto. Laporan tersebut saat ini masih ditangani Polda Metro Jaya.

Pelapor, Farhat Abbas kembali diklarifikasi atas laporan tersebut. Pengacara kondang ini mendatangi Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Selasa (23/4).

"Hari ini kita diminta klarifikasi kasus (pelaporan) Prabowo Subianto, kita yang melaporkan," kata Farhat.

Selain Prabowo, Farhat juga melaporkan Fadli Zon, Arief Pouyono, Nanik S Deyang, Eggi Sudjana dan beberapa politikus lainnya. Saat kasus Ratna muncul, Prabowo dan jajarannya menggelar jumpa pers di rumahnya menyayangkan penganiayaan yang menimpa Ratna.

Farhat menyampaikan, polisi mengklarifikasi empat orang terkait laporannya tersebut yang merupakan saksi-saksi yang disiapkan pihaknya. Namun dia belum mengetahui apakah semuanya memenuhi panggilan polisi atau tidak. Harapannya setelah saksi dari pihaknya dihadirkan, penyidik memanggil terlapor yaitu Prabowo Subianto.

"Kita mau setelah kita, Prabowo dipanggil," ujarnya.

Farhat mengatakan, ini adalah klarifikasi kedua sejak kasus ini dilaporkan pada 2018.

"Ini klarifikasi kedua karena Ratna sudah P21 dan proses sidang tinggal vonis. Mungkin ada bukti-bukti mengungkapkan bahwa itu terjadi sistematis dan direncanakan oleh orang-orang ini untuk kepentingan pribadi," jelasnya.

"Kabar bohong, berita bohong, penyebaran karena mereka selalu mengaitkan ini dengan Pilpres seolah-olah ini akibat rezim, padahal mereka buat sendiri," lanjutnya.

Masyarakat, kata Farhat, harus mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia pun berharap sejumlah pihak yang terlibat dalam penyebaran hoaks ini harus dihukum dan mendapat efek jera.

"Jadi orang-orang harus menggunakan kebebasan berbicara yang tanggung jawab. Kalau misalnya enggak tanggung jawab termasuk kalau dia ngaku menang padahal dia enggak menang, termasuk dia ngaku Ratna Sarumpaet dianiaya, padahal tidak. Kalau dibiasakan, dilupakan, dia akan mengulangi. Tapi kalau diberi efek jera saya yakin tidak akan terjadi lagi kebohongan itu," kata Farhat. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini