Polisi usir 30 orang yang demo Ketua DPR di Bandara Soekarno-Hatta

Rabu, 9 September 2015 13:31 Reporter : Mitra Ramadhan
Polisi usir 30 orang yang demo Ketua DPR di Bandara Soekarno-Hatta Demo Setya Novanto. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sekitar 30 orang menunggu kedatangan Ketua DPR Setya Novanto di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (9/9) siang dibubarkan Polres setempat. Massa yang terlihat membawa spanduk bertuliskan 'Selamat Datang Tim Kampanye Donald Trump' itu datang dengan mengenakan bus. Di antaranya terlihat bocah dan ibu yang sudah berusia lanjut.

"Mereka terpaksa dibubarkan karena selain tak meminta izin untuk demonstrasi juga karena adanya undang-undang Bandara dilarang untuk dijadikan tempat demo," terang Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes CH Pathopoi.

Ke-30 orang lebih tersebut pun lalu diangkut dengan menggunakan bus Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta ke Markas Polres. Beberapa 'pentolan' di antaranya diperiksa lebih mendalam.

"Kita mintai keterangan dari 'pentolan-pentolan-nya'," katanya. Sedangkan yang lainnya setelah dibawa ke Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta untuk audiensi dengan Kapolres akhirnya dipulangkan kembali ke titik awal mereka kumpul. "Ini ada yang dari Bogor, Pamulang, Jakarta. Kita bingung juga mulanginnya jauh sekali, sampai ada anak-anak gini juga. Tapi kita turunkan di titik awal mereka berkumpul saja," tuntas Kapolres.

Sementara itu, Anto salah seorang pentolan dalam aksi itu mengaku dari Pamulang, Kota Tangsel mahasiswa Universitas Satya Negara. "Kita konsolidasi dari informasi media, kemudian kita lakukan aksi," katanya.

Meski begitu, diakuinya dia lalai karena tidak meminta izin terlebih dahulu. "Minta maaf sama penumpang semua. Ketika ada instruksi kita langsung mundur," katanya. Sedangkan pendemo yang lain, Lastri mengaku tidak tahu tujuan aksi demo. "Yang ngajak temen, ikut saja. Tahunya ke Jakarta," ujar Lastri yang mengaku dari Bogor.

Sedangkan di akhir, Kapolres menerangkan peraturan tidak diperkenankannya Bandara untuk dijadikan lokasi demonstrasi tertuang dalam undang-undang. "Undang-undang ini aturannya, bukan polisi yang membuat aturan itu. Unjuk rasa kita kawal agar tak mengganggu yang lain. Kalau enggak ada izin kita bubarin," terangnya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini