Polisi Ungkap Pisau Dibawa Kuat Ma'aruf dari Magelang, untuk Apa?

Selasa, 30 Agustus 2022 19:29 Reporter : Rahmat Baihaqi
Polisi Ungkap Pisau Dibawa Kuat Ma'aruf dari Magelang, untuk Apa? Kuat Ma'ruf di Lokasi Rekonstruksi. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Rekonstruksi kematian Brigadir J ditutup dengan adegan tersangka Kuat Ma'ruf menyerahkan dua bilah pisau dan satu unit HT kepada Deden, ajudan Ferdy Sambo. Barang itu dibawanya dari Magelang menuju rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Menurut Dirtipidum Brigjen Andir Rian pisau yang dibawa Kuat ada kaitannya dengan peristiwa yang ada di Magelang.

"Pisau itu barang bukti terkait satu peristiwa di Magelang, begitu," ungkap Andi saat ditemui oleh wartawan usai rekonstruksi di rumah dinas Sambo, Selasa (30/8).

Tetapi, Andi tidak merinci fungsi pisau tersebut digunakan pada saat peristiwa apa.

"Peristiwa nya apa, ya nanti lah," katanya singkat.

2 dari 4 halaman

Seperti diberitakan sebelumnya, lima tersangka sudah menjalankan rekonstruksi di dua tempat kejadian perkara dan satu TKP pengganti. Semuanya berlokasi di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Total ada 74 adegan yang diperagakan para tersangka sejak pukul 10 Wib pagi tadi.

"Di rumah Magelang sebanyak 16 adegan, meliputi peristiwa pada 4, 7, 8 Juli 2022," kata Andi sebelumnya.

3 dari 4 halaman

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan rekonstruksi yang berlangsung 7,5 jam ini dihadiri Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Rekonstruksi selesai pada pukul 17.00 WIB dengan adegan para tersangka kembali ke rumah Saguling dan tersangka Ricky Rizal kembali ke Duren Tiga dengan sepeda motor. Ferdy Sambo langsung dibawa dengan kendaraan taktis Brimob setelah reka ulang rampung.

Sambo adalah aktor utama pembunuhan Brigadir Yosua, termasuk menyusun rekayasa skenario untuk menutupi aksinya, memerintahkan menghilangkan barang bukti, hingga menghalangi penyidikan.

4 dari 4 halaman

Ferdy Sambo memerintahkan ajudannya Bhayangkara Dua Richard Eliezer alias Bharada E untuk menembak Brigadir J. Eksekusi dilakukan di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat sore, 8 Juli lalu

Ferdy Sambo juga mengambil senjata milik Brigadir J, lalu ditembakan ke dinding berkali-kali guna meninggalkan alibi telah terjadi baku tembak.

Ferdy Sambo dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP. Mantan Kadiv Propam Polri itu terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, dan penjara 20 tahun

Selain Ferdy Sambo, Timsus Polri juga menetapkan empat tersangka lainnya, yakni Putri Candrawathi, Bharada Richaed, Brigadir J, dan Kuat Ma'ruf, dengan sangkaan pasal yang sama. [lia]

Baca juga:
Saat Cinta Putri Candrawathi untuk Ferdy Sambo Diperlihatkan di Rekonstruksi
Menarik Cuan dari Balik Reka Adegan Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J
Romantisme Ferdy Sambo dan Putri di Tengah Reka Adegan Pembunuhan Brigadir J
Rekonstruksi Kasus Brigadir J Ditutup Kuat Maruf Serahkan Pisau ke Ajudan Ferdy Sambo
Pantau Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ini Catatan Komnas HAM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini