Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kerusuhan saat Aksi May Day di Halmahera Tengah

Sabtu, 2 Mei 2020 21:04 Reporter : Merdeka
Polisi Tetapkan 8 Tersangka Kerusuhan saat Aksi May Day di Halmahera Tengah Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Nico Setiawan merilis perkembangan teranyar ricuhnya aksi massa saat May Day 2020. Tercatat ada 12 orang diamankan dan 8 telah berstatus tersangka.

"8 orang sudah jadi tersangka," kata Nico lewat pesan singkat saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5).

Nico mengatakan situasi lokasi kejadian sudah aman terkendali. Saat ini polisi masih terus mencari lagi siapa saja biang provokasi yang terlibat.

"Situasi sudah kondusif, sementara 12 diamankan kemungkinan masih akan bertambah," jelas dia.

AKBP Nico merinci, 12 orang diamankan memiliki dugaan pelanggaran hukum berbeda.

Delapan tersangka disanksi dengan pelanggaran penjarahan, 3 orang diduga sebagai provokator/orator demo, dan sat orang diamankan karena pengerusakan fasilitas.

"Mereka tidak semua karyawan, tiga orang sipil, warga setempat," AKBP Nico menandasi.

Sebagai informasi, kericuhan aksi May Day 2020 awalnya hendak diisi dengan acara doa bersama. Namun kehadiran oknum provokator membuat rencana tersebut buyar. Satu peleton dari Polres Halmahera Tengah, satu kompi Brimob Polda Malut, dan 40 personel dari Kodim disiagakan.

Aksi May Day di Halmahera Tengah ini mengatasnamakan Forum Perjuangan Buruh Halteng (FPBH) Kabupaten Halmahera Tengah. Tercatat sebuah pabrik bernama PT IWIP dirusak, pembakaran, kendaraan bermotor, kaca gedung, dan warung menjadi sasaran.

Belum diketahui apa motif aksi provokasi ini. Namun kuat diduga, gerakan anarkis datang dari sekelompok pekerja yang terkena PHK.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini