Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Sunat Bansos di Dairi

Selasa, 2 Juni 2020 21:12 Reporter : Yan Muhardiansyah
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Sunat Bansos di Dairi Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polisi menetapkan dua tersangka dalam kasus pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk warga terdampak Covid-19 di Kabupaten Dairi, Sumut. Mereka dijerat dengan pasal pemerasan.

Kasus ini terjadi di Desa Bulu Duri, Kecamatan Lae Parira, Dairi. Warga protes karena hanya mendapat BST Rp100 ribu, padahal seharusnya Rp600 ribu.

Kejadian itu diselidiki polisi. Dari penyelidikan itu, polisi menetapkan dua tersangka, yakni EBA dan MS.

"EBA itu pegawai perangkat desa. Sedangkan MS itu adalah istri Kepala Desa Bulu Duri," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Kasubbag Humas) Polres Dairi, Iptu Donni Saleh, Selasa (2/6).

Dia menjelaskan, istri kepala desa memerintahkan perangkat desa untuk memeras warga penerima bansos. Mendapat perintah, EBA langsung menemui masyarakat penerima manfaat saat mereka mengambil bansos sebesar Rp600 ribu di Kantor Pos.

"Jadi Rp600 ribu itu diambil semua. Dalihnya untuk dibagi rata ke seluruh masyarakat desa," ungkapnya.

Sore harinya, perangkat desa itu kembali menemui 77 keluarga yang bansosnya sudah diambil. Mereka diberi Rp100 ribu dan disebut sebagai bansos.

Donni menjelaskan, kedua tersangka tidak dikenakan Pasal tindak pidana korupsi, melainkan Pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan.

Polisi masih mendalami kasus ini. Sudah ada 8 orang yang dimintai keterangan. Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

"Untuk Kades belum mengarah ke sana (tersangka). Waktu diperiksa pun kata kepala desa dia tidak tahu-menahu," pungkasnya.

Sebelumnya, Polda Sumut menyatakan tengah menyelidiki penyelewengan dana bansos di 5 daerah. Salah satunya diduga terjadi di Dairi. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini