Polisi temukan KTP dan kartu asuransi yang diduga milik Din Minimi

Rabu, 27 Mei 2015 16:01 Reporter : Afif
Polisi temukan KTP dan kartu asuransi yang diduga milik Din Minimi din minimi. ©youtube.com

Merdeka.com - Usai kontak tembak yang terjadi kemarin, Selasa (26/5) di Desa Geunie, Kecamatan Tangse, Pidie, polisi selain berhasil menyita beberapa pucuk senjata dan ribuan amunisi. Polisi juga mendapatkan satu KTP (Kartu Tanda Penduduk) diduga milik Din Minimi dan kartu.

Selain ditemukan KTP atas nama Nurdin Ismail yang diduga Din Minimi juga ditemukan kartu asuransi jiwa. Asuransi tersebut atas nama Nurdin Ismail dari perusahaan Manulife Financial dengan nomor polis asuransi 9960000602.

Kapolda Aceh, Irjend Pol Husen Hamidi mengatakan, hasil dari laporan dari masyarakat ada kelompok yang dicurigai bersembunyi di sebuah gubuk di desa Geunie, Kecamatan Tangse, Pidie. Lantas pihak Polisi dan TNI melakukan penyisiran di kawasan itu.

"Atas laporan dari masyarakat ada yang mencurigakan di sebuah gubuk. Kita melakukan patroli dan kita bagikan tugas TNI di pegunungan, karena mereka kelompok bersenjata. Kita berada di jalan berjaga-jaga," kata Irjend Pol Husen Hamidi, Rabu (27/5) di Mapolda Aceh.

Saat petugas mendekati gubuk yang dicurigai tersebut terjadilah kontak tembak antara TNI dan kelompok bersenjata tersebut. Akan tetapi kelompok tersebut berhasil melarikan diri.

"Saat disisir ada bercak darah ditemukan di lokasi itu. Diperkirakan ada yang tertembak tapi sempat melarikan diri, sehingga barang-barang mereka tidak sempat dibawa," tukasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita selain M16, AK 47 dan sepucuk pelontar GLM juga berhasil menyita amunisi sebanyak 1580 butir, di antaranya jenis amunisi AK47 dan M16. Selain itu juga berhasil disita atribut pakaian loreng dan KTP.

"Termasuk KTP atas Nurdin Ismail, ini yang kita perkirakan yang kita cari selama ini, baru dapat KTP orangnya lolos," tuturnya.

Kapolda menyebutkan tidak ada alasan untuk siapapun melakukan kriminal bersenjata yang meresahkan masyarakat, baik itu karena kurang diperhatikan maupun lainnya. "Terlepas ada pembenaran bahwa mereka kurang diperhatikan, itu kan hanya mencari pembenaran, melakukan kejahatan itu tidak boleh, tetap harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Oleh karena itu dia meminta kepada kelompok kriminal bersenjata tersebut agar segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan kesalahan yang telah dilakukan di depan hukum.

"Melakukan aksi kriminal harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, setelah itu kan akan kembali pada masyarakat biasa," ulasnya.

Kapolda meminta perdamaian yang sudah dirajut sekarang dan telah bisa dinikmati oleh masyarakat jangan diganggu. Karena masyarakat tidak menginginkan konflik kembali terjadi. "Lebih baik menyerahkan diri dan jangan merusak perdamaian yang sudah ada, masyarakat tidak mau lagi konflik," tutupnya. [hhw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini