Polisi Tembak Mati Perampok yang Kerap Bikin Warga Sidoarjo Resah

Jumat, 9 Agustus 2019 04:32 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Tembak Mati Perampok yang Kerap Bikin Warga Sidoarjo Resah Ilustrasi mayat. Ilustrasi shutterstock

Merdeka.com - Dua orang dari enam orang sindikat pelaku perampokan yang kerap meresahkan warga Sidoarjo berhasil ditangkap. Satu orang di antaranya ditembak mati karena melawan petugas saat akan ditangkap.

Seorang pelaku yang tertangkap dan masih hidup yaitu, Muzammil (30) warga Bangkalan, Madura. Ia kini tengah menjalani penyelidikan di Mapolresta Sidoarjo. Sedangkan Munir (49), warga Bangkalan, meninggal dunia saat dilakukan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, setelah di tembak petugas karena melawan. Kemudian sisa empat orang lainnya, hingga kini masih buron.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan komplotan ini sering mengincar nasabah bank sebagai korbannya. "Sedikitnya, mereka sudah tiga kali beraksi di Sidoarjo," katanya, Kamis (8/8).

Dari hasil penyelidikan sementara, kata Kapolres, sejumlah aksi yang pernah dilakukan komplotan ini antara lain di kantor Baznas Sidoarjo, Jalan kampung di kawasan Perum Keroton Regency, Krian, dan PT Hasil Karya, Krian, beberapa hari lalu.

"Saat beraksi, tersangka kerap menjadi eksekutor. Tersangka pun tidak segan melukai dan mengancam korbannya dengan senjata tajam berupa golok, jika melakukan perlawanan," terangnya.

Ia menambahkan, selain beraksi di Sidoarjo sindikat pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut, juga sering melakukan aksinya di daerah lain. Seperti, di daerah Pasuruan dan Surabaya.

Atas kejadian kasus curas itu, polisi berhasil mengamankan dua sepeda motor, sejumlah uang, dan senjata tajam berupa golok. Selagi petugas mengejar pelaku lain, tersangka yang tertangkap ini, Muzammil, akan dijerat pasal 365 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Perampokan
  2. Sidoarjo
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini