KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Polisi tembak dua pencuri modus pecah kaca

Selasa, 10 Juli 2012 20:09 Reporter : Mitra Ramadhan
Ilustrasi Pencuri. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Lima pencuri dengan modus memecah dan mencongkel kaca mobil dibekuk aparat Polres Metro Kota Tangerang. Dua tersangka di antaranya ditembak karena mencoba melawan petugas saat ditangkap.
 
Mereka adalah Jue Kelvin alias Ucu (26) dan Nopriyadi (36) yang ditembak di bagian kaki kanannya. Sementara yang lainnya, Coki Setiawan alias Ucok (26), Jaka Graha alias Jack (34) dan Adam (18).
 
Kasat Reskrim Polres Metro Kota Tangerang AKBP Suharyanto mengatakan, para tersangka merupakan komplotan yang kerap mencuri barang-barang berharga di dalam mobil dengan modus memecahkan kaca.

“Mereka biasa mengincar tas atau laptop di dalam mobil yang sedang terparkir,” ungkapnya, Selasa (10/7).
 
Dalam aksinya, kelima tersangka kerap berkeliling mencari target sasaran dengan menggunakan mobil rental. Setiap tersangka memiliki peran sebagai pemecah atau pencongkel kaca, pengambil barang dan mengawasi keadaan.

“Mereka selalu mobile. Jika melihat ada barang berharga di dalam mobil, langsung dijadikan target operasi. Ketika keadaan sedang sepi, mereka langsung menjalankan aksinya,” terang Suharyanto.
 
Suharyanto menambahkan, komplotan ini sudah lama melakukan aksi pencurian. Sebelumnya mereka sempat beraksi di depan Masjd Asmaul Husna, Alam Sutera, Kecamatan Serpong Kota Tangsel, pada Rabu (4/7) lalu.

“Tersangka berhasil mengambil satu unit laptop, HP dan tas berisi uang Rp 200 ribu. Dari laporan korban, kita langsung melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku,” ungkapnya.
 
Setelah dua jam melakukan pengejaran, akhirnya kelima tersangka berhasil ditangkap saat sedang beraksi di Perumahan Taman Cibodas, Kota Tangerang.

“Ketika penangkapan dua tersangka mencoba melarikan diri dan berbalik menyerang petugas, sehingga terpaksa kakinya dilumpuhkan,” tandas Suharyanto.
 
Sementara berdasarkan keterangan tersangka Nopriyadi, mereka kerap melakukan aksinya di wilayah Tangerang dan Jakarta. Hasil curian, biasanya langsung dijual dengan harga murah kepada siapa saja.

“Uang hasil curian kita bagi rata. Kita gunakan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari,” akunya.

[ren]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.