Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Brimob Asal China Jaga Demo 22 Mei

Jumat, 24 Mei 2019 15:04 Reporter : Nur Habibie
Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Brimob Asal China Jaga Demo 22 Mei Ilustrasi borgol. shutterstock

Merdeka.com - Polisi menangkap seorang pria berinisial SDA (59). SDA diketahui telah menyebar hoaks atau berita bohong tentang gambar dan video yang disebutnya sebagai polisi China ikut menjaga demo 22 Mei.

"Penangkapan terhadap SDA di Bekasi kemarin pukul 16.30 Wib. Pekerjaannya wiraswasta. Dia telah melakukan, menyebarkan informasi yang bertujuan untuk menimbulkan kebencian terhadap individu atau kelompok berdasarkan SARA. Yang bersangkutan juga sengaja menyebar berita bohong di media sosial yang mengakibatkan keonaran di masyarakat," ujar Kasubdit II Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (24/5).

SDA ditangkap setelah penyidik menelusuri rekam jejak digital dan telah dianalisa tim siber sehingga kemudian dilakukan penangkapan.

"Pelaku kreator, buzzer yang edit foto dan buat narasi dan diviralkan di beberapa akun dan disebar ke beberapa WA grup ada tiga sampai empat dan berita ini jadi viral," katanya.

Belakangan diketahui, gambar itu berasal dari foto seseorang di lokasi unjuk rasa.

"Kemudian orang melakukan selfie, dengan mengatakan tiga orang di belakang ini polisi dari negara lain," katanya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, SDA mengaku perbuatannya. Polisi kemudian menyangkakan sejumlah pasal terhadap SDA. Yakni Pasal 28 ayat 2 UU No 19/2016 tentang ITE, dan atau/atau Pasal 16 jo Pasal 4 huruf b angka 1 UU no 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi RAS dan Etnis dan/atau Pasal 14 ayat (2) dan/atau Pasal 15 UU No 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Dengan perkiraan ancaman 6 tahun dan denda-denda yang telah ditentukan di pasal-pasal tersebut," katanya.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial saat seorang demonstran berfoto bersama anggota brimob. Pada penjelasan di foto tersebut dikatakan bahwa anggota brimob tersebut diimpor. Sebab, tidak bisa berbahasa Indonesia dan bermata sipit.

Selain itu, Iqbal juga menegaskan bahwa tidak benar Brimob melakukan penyerangan pada masjid. Pun, oleh anggota TNI.

Dia memastikan tim siber kepolisian sudah melacak penyebar kabar bohong atau hoaks di aksi 22 Mei ini. "Banyak di medsos sudah viral, kita sudah mempunyai ahli siber. Patroli kami sudah (bergerak)," tuturnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini