Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika Diduga Terlibat Kerusuhan di Papua

Kamis, 12 September 2019 11:45 Reporter : Merdeka
Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika Diduga Terlibat Kerusuhan di Papua

Merdeka.com - Polisi menangkap Ketua KNPB Mimika, Steven Itlay. Steven yang disebut-sebut turut terlibat dalam kerusuhan yang terjadi di Papua.

"Ya betul, pelaku ditangkap pukul 17.56 WIT pada Rabu kemarin," kata Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes AM Kamal, dalam keterangannya, Kamis (11/9/2019).

Polisi masih mendalami keterkaitan tersangka dengan kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah Papua. Saat ini, yang bersangkutan pun masih diperiksa di Polda Papua.

"Pelaku yang diduga terlibat dalam kerusuhan di Jayapura dan Papua," ujar dia.

Menurut catatan yang diperoleh Liputan6.com, Steven Itlay sering keluar-masuk bui karena terjerat kasus Makar.

Pada 19 Okt 2012 terlibat di kasus Handak (Bahan Peledak) dan Makar yang bersangkutan divonis delapan bulan. Kemudian, 5 April 2016 terlibat kasus makar. Saat itu yang bersangkutan juga divonis 8 bulan penjara.

Sebelumnya, Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni ditangkap. Kini, dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Ia menjelaskan, alasan menangkap Buchtar Tabuni.

"Sudah diproses oleh Polda Papua. Sekali lagi penegakan hukum dalam rangka menjamin kedamaian keamanan baik di Jayapura dan beberapa kota di Papua termasuk juga ada di Papua Barat," katanya di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Hingga kini, Dedi belum mau berkomentar lebih banyak. Menurut dia, Polda Papua yang akan menjelaskan lebih rinci.

"Masih didalami penyidik Papua. Itu teknis Polda Papua itu menjelaskan. Baru pemeriksaan awal," ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni ditangkap. Kini, dia pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu dibenarkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Ia menjelaskan, alasan menangkap Buchtar Tabuni.

"Sudah diproses oleh Polda Papua. Sekali lagi penegakan hukum dalam rangka menjamin kedamaian keamanan baik di Jayapura dan beberapa kota di Papua termasuk juga ada di Papua Barat," katanya di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Hingga kini, Dedi belum mau berkomentar lebih banyak. Menurut dia, Polda Papua yang akan menjelaskan lebih rinci.

"Masih didalami penyidik Papua. Itu teknis Polda Papua itu menjelaskan. Baru pemeriksaan awal," ucap dia. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini