Polisi Surabaya bekuk pengoplos miras di empat lokasi

Minggu, 22 Desember 2013 14:19 Reporter : Moch. Andriansyah
Miras oplosan di Surabaya. ©2013 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Jelang akhir tahun, Satreskrim dan Satsabhara Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, mengamankan ratusan minuman keras (miras) oplosan berbagai merek. Hasil ungkap kasus miras oplosan itu dilakukan di empat lokasi dengan 10 tersangka selama Operasi Tipiring digelar 10 hari terakhir.

Empat lokasi yang disasar petugas selama operasi itu antara lain di Jalan Dukuh Kupang, Karang Rejo, Tubanan Lama- Karang Poh, dan Pos Buntaran Tandes, Surabaya.

Sedangkan 10 tersangka yang diamankan dari empat lokasi adalah, MGO (28) warga Dukuh Kupang, SE (45) warga Asemrowo, MA (20) warga Tubanan Lama Tandes, AY (19) warga Tubanan, RA (18) warga Tubanan Lama Tandes, WAU (29) warga Asemrowo, SAO (33) warga Simomulyo Baru, ALH (28) warga Candi Lontar, MSI (33) warga Manukan Kasman dan AAR (35) warga Tubanan Lama.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta, ke-10 tersangka tersebut, terbukti melanggar Pasal 140 juncto Pasal 86 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan atau Pasal 20 Permendagri RI Nomor: NO/15/M-DAG/PER/3/2006, tentang Pengawasan dan Pengendalian Import, Pengedaran dan Penjualan, dan Perizinan Miras dan atau Pasal 204/205 KUHP.

"Ancaman hukuman maksimal seumur hidup bila korban meninggal dunia," kata Setija di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (22/12).

Sesuai pasal tersebut, lanjut dia, para tersangka terbukti menyimpan; memproduksi; memperdagangkan pangan yang tidak memenuhi standar pangan, pengawasan dan pengendalian import; menjual; menawarkan; menyerahkan; serta membagi-bagi barang yang diketahui membahayakan nyawa atau kesehatan orang.

"Miras oplosan ini sangat berbahaya. Sementara sifat berbahaya itu tidak diberitahukan kepada pengguna atau pembeli bahwa makan atau minuman milik para tersangka itu melanggar undang-undang yang dimaksud," ujarnya.

Modus operandi peredaran miras yang dilakukan para tersangka adalah, membuat dan menjual miras oplosan berupa Methanol, Ethanol, Alkohol 96 persen, Coca-Cola, Soda, Pewarna, dan Asam Sulfat yang kemudian dikemas dengan merek minuman tertentu, seperti Hennesy, Chivas, dan Jack Danniel.

Selain menggunakan merek terkenal, para tersangka juga mengedarkan minuman merek lokal seperti Cukrik di sekitar lokalisasi Dolly, Surabaya, Bojonegoro, Gresik, dan Sidoarjo. Harga miras oplosan ini juga tergolong murah meriah. Untuk tiap dos atau krat-nya, para tersangka meraup keuntungan Rp 300 ribu.

Setija melanjutkan, penggerebekan dilakukan karena peredaran minuman oplosan berbahaya ini sudah banyak menyebabkan korban setelah mengonsumsinya. Contohnya seperti kasus beberapa waktu lalu, yang menelan belasan korban jiwa.

"Memang, para tersangka ini tidak ada kaitan dengan kasus beberapa waktu lalu, tapi ini sebagai bentuk antisipasi juga jelang menyambut Tahun Baru 2014," kata mantan Kapolres Sidoarjo itu mengenang kasus miras oplosan beberapa waktu lalu, dan hingga kini masih marak.

Sedangkan dari hasil ungkap kasus tersebut, selain mengamankan 10 tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa 36 krat bir Guinnes Oplosan, 401 miras merek terkenal, 25 botol kosong berbagai merek, empat pilox, 1 galon Aqua, 2 jeriken isi 20 liter miras oplosan, 1 jeriken alkohol 96 persen, dan alat pres tutup botol, selang, corong serta aluminium foil.

"Ungkap kasus ini untuk memulai Operasi Lilin atau pra-Operasi Lilin Tahun 2013 yang akan kita gelar mulai Senin besok," tandas Setija. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Razia Miras
  2. Miras Oplosan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini