Polisi Sudah Dapat Identitas yang Bertanggung Jawab Amblesnya Jalan Gubeng

Kamis, 27 Desember 2018 13:59 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Sudah Dapat Identitas yang Bertanggung Jawab Amblesnya Jalan Gubeng Jalan Gubeng ambles. ©2018 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Penyelidikan kasus Jalan Gubeng, Surabaya, yang ambles oleh Polda Jatim menemui titik terang. Penyidik bahkan sudah mengantongi identitas yang dianggap bertanggungjawab atas amblesnya Jalan Gubeng pada Selasa (18/12) malam itu.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, kasus ini sudah naik statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. Ini berarti, tinggal selangkah lagi penyidik melakukan penetapan tersangka pada pihak yang dianggap bertanggungjawab.

"Kita sudah mendapat masukan dari saksi ahli dari berbagai latar belakang dan dikuatkan dengan dokumen serta barang bukti lain, maka ini sudah kita naikkan menjadi proses penyidikan," ujarnya, Kamis (27/12).

Ia menambahkan, tim penyidik sudah mulai mengarahkan penyidikan pada dugaan pelaku yang bertanggungjawab atas kasus ini.

Meski tak mau menyebut status tersangka, namun Kapolda mengatakan jika perencana, pelaksana lapangan, pengawas lapangan maupun konsultan dianggap sebagai pihak yang harus mempertanggungjawabkan peristiwa tersebut.

Selain itu, ia juga menyebut dari segi perizinan juga sudah ditelisik oleh penyidik. "Siapa yang mengeluarkan dan siapa yang mengajukan, ini sudah mulai mengarah," tambahnya.

Terkait dengan peristiwa ini, pihaknya akan menjerat para tersangka dengan pasal 192 KUHP dan Undang-Undang Lalu Lintas dan Jalan no 22 tahun 2009.

"Kami sudah menentukan pasal yang akan diterapkan, yakin pasal 192 KUHP dan UU Jalan. Mudah-mudahan-mudahan, dengan pengaduan dari masyarakat, ini akan memperkuat kami untuk pengembangan nantinya," tegas alumnus Akpol 88 ini.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang memantau perkembangan recovery Jalan Gubeng menyatakan, persoalan perijinan di Pemkot selama ini tidak ada masalah. Ia pun menegaskan, jika pengawasan tidak menjadi tanggungjawab Pemkot Surabaya.

"Kalau kita ijin ya ijin saja. Tidak ada kewenangan untuk melakukan pengawasan. Kalau kita ngawasi nanti dikira malah golek duit (mencari uang). Malah bahaya nanti. Kita tidak ada alat (pengawasan) untuk itu. Kalau toh ada, pasti se Indonesia juga ada untuk itu (pengawasan)," ungkapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (18/12) malam, Jalan Gubeng, Surabaya tiba-tiba ambles hingga sedalam 20 meter. Amblesnya Jalan Gubeng ini, diduga terkait dengan pengerjaan proyek basement Rumah Sakit Siloam. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini