Polisi Somasi Ananda Badudu Soal Tudingan Banyak Mahasiswa Diperiksa Tak Etis

Senin, 30 September 2019 16:24 Reporter : Nur Habibie
Polisi Somasi Ananda Badudu Soal Tudingan Banyak Mahasiswa Diperiksa Tak Etis Polisi Akan Somasi Badudu Soal Tudingan Banyak Mahasiswa Diperiksa Tidak Etis. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Musisi Ananda Badudu menyebut banyak mahasiswa yang tertangkap polisi saat melakukan aksi di Gedung DPR/MPR pada Selasa (24/9), diproses tanpa pendampingan hukum dan diproses dengan cara-cara tidak etis. Hal itu disampaikan usai menjalani pemeriksaan pada Jumat (27/9) kemarin.

Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu akan melakukan somasi terhadap Ananda Badudu terkait ucapannya itu.

"Kami akan mengirimkan somasi ke Ananda Badudu. Apa yang dia nyatakan kepada pers. Ada nama baik Polri yang dipertaruhkan," kata Rovan di Polda Metro Jaya, Senin (30/9).

Polisi membantah yang disampaikan Ananda Badudu. Mereka menunjukkan bukti berupa cetakan foto hasil cctv ketika Ananda Badudu dan beberapa mahasiswa menjalani pemeriksaan. Menurutnya, Ananda Badudu telah menyudutkan Resmob Polda Metro Jaya.

"Ruangan kami saat (Badudu) diperiksa tidak ada orang, CCTV ini dia (Badudu) lagi makan. Jadi begitu kejamnya pernyataan Ananda Badudu yang menyudutkan Resmob dan Polri pada umumnya," ujarnya.

Dalam foto yang dibawa, Rovan menjelaskan, ada dua mahasiswa yang diperiksa oleh polisi yakni Hatif Adlirrahman dari Unpad dan Ahmad Nabil Bintang dari UIN Jakarta. Keduanya didampingi oleh pengacara.

"Ini Hatif diperiksa, kanannya ada pengacara. Jadi semuanya ada bukti, sebelum Hatif, diperiksa duli Nabil. Masyarakat bisa melihat siapa yang berbohong siapa yang tidak. Jadi jangan menyesatkan masyarakat dengan pernyataan yang tidak bertanggungjawab," jelasnya.

Rovan menilai, pernyataan Ananda Badudu terkait banyak mahasiswa yang diperiksa secara tidak etis merupakan hoaks atau tidak benar. Polisi mengaku memiliki bukti semua kegiatan saat itu dalam kamera CCTV.

"Bukti lain saat Ananda tiba di Resmob, semuanya terekam CCTV. Keterangan bukan dari Polri tapi dari mahasiswa yang kami periksa (sebelumnya). Dokumen penunjukkan kuasa hukum ketiga CCTV yang mana pada saat Ananda Badudu datang tidak ada mahasiswa yang banyak diperiksa tidak etis, semua itu hoaks," tegasnya.

Pihaknya menyayangkan yang disampaikan Ananda Badudu kepada masyarakat. Menurutnya, sebagai public figure seharusnya bisa memberikan pernyataan yang menyejukkan dan sebenar-benarnya.

"Dan kebohongan yang disampaikan kalau ada bukti silahkan tampilkan ke media, ini rekaman CCTV," ucapnya.

Sebelumnya, Musisi Ananda Badudu telah dipulangkan oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya. Ia dipulangkan karena hanya sebagai saksi terkait aliran dana kepada mahasiswa yang menggelar aksi demo di depan gedung DPR/MPR RI.

Pantauan merdeka.com, sambil mengenakan kaos berwarna putih bertuliskan "Are You HeforShe?", ia nampak terlihat seperti menahan tangis saat keluar dari gedung Dit Reskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.17 WIB. Saat itu, ia ditemani oleh Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid.

Saat itu, dia mengaku pembebasannya sebagai bentuk jaminan hukum yang hanya dapat dinikmati oleh segelintir orang saja.

"Saya salah satu orang yang beruntung punya privilege untuk bisa segera dibebaskan. Tapi di dalam saya lihat banyak sekali mahasiswa yang diproses tanpa pendampingan, diproses dengan cara-cara tidak etis. Mereka butuh pertolongan lebih dari saya," kata Ananda di Polda Metro Jaya, Jumat (27/9). [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini