Polisi soal intimidasi di Car Free Day: Kita tunggu saja penyidik sedang bekerja

Rabu, 2 Mei 2018 15:13 Reporter : Ronald
Polisi soal intimidasi di Car Free Day: Kita tunggu saja penyidik sedang bekerja Aksi saling singgung massa di car free day. ©2018 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Dua korban dugaan intimidasi pada acara Car Free Day (CFD) telah membuat laporan di Mapolda Metro Jaya. Mereka bernama Susi Ferawati dan Stedi Repki Watung.

Keduanya mengaku menerima perlakuan tak menyenangkan saat mengenakan kaus #DiaSibukKerja oleh massa #2019GantiPresiden saat Car Free Day, Minggu (29/4) lalu.

Kejadian tersebut dicurigai sudah terencana. Sebab berdasarkan video yang kini jadi viral itu, intimidasi diduga dilakukan oleh pendukung Joko Widodo. Polisi pun diminta mengusut kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kita tunggu saja penyidik sedang bekerja yah, siapa-siapa saja yang melakukan intimidasi itu," kata Argo saat ditemui merdeka.com di ruang kerjanya, Mapolda Metro Jaya, Rabu (2/5).

Sebelumnya, anggota badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengaku tak ada masalah jika kepolisian mengusut kasus intimidasi ibu berkaos #DiaSibukKerja yang dilakukan oleh kelompok #2019GantiPresiden di Car Free Day, Minggu (29/4) lalu. Namun Andre curiga kejadian tersebut sudah terencana.

"Silakan proses hukum, polisi silakan jika memang ada unsur pidana. Tapi kita lihat di berbagai media sosial yang mengintimidasi itu orang yang bertopi, itu terlihat seperti mendukung Pak Jokowi," kata Andre kepada merdeka.com, Rabu (2/4).

Dia curiga pria yang mengintimidasi merupakan pendukung Jokowi yang memprovokasi. Jika kejadian ini diusut, Andre minta penegak hukum berlaku adil.

"Bayangin pendukung #2019GantiPresiden lagi kumpul nih, tiba tiba ada orang datang, kan aneh tiba-tiba dia datang, sendirian, bawa anak, tiba tiba ada yang marah-marah kan, coba perhatiin di media sosial hari ini, yang marah-marah itu dulu di kubu mana? Di kubu Jokowi kan, maka itu disusupi, tapi polisi silakan proses hukum tapi harus berkeadilan," ujarnya.

Andre juga menegaskan, kepolisian wajib mengusut kasus lain contohnya kasus pembagian sembako yang menyebabkan dua orang meninggal. Dia melihat, pengusutan kejadian Car Free Day hanya untuk mengalihkan isu peristiwa di Monas.

"Proses hukum juga yang dua orang mati di Monas, yang orangtuanya jelas bilang anak saya terinjak injak, tanya panitianya dong, terkesan indikasi mendekati kekuasaan itu di proses hukum juga, kan kenyataan kasus ini digoreng (Car Free Day) ditutupi untuk menutupi yang di Monas," tuturnya. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini