Polisi Sita Duit Rp6 Juta dalam Amplop Terpisah dari Massa Depan Bawaslu

Rabu, 22 Mei 2019 15:15 Reporter : Merdeka
Polisi Sita Duit Rp6 Juta dalam Amplop Terpisah dari Massa Depan Bawaslu Konpers di Media Center Kemenko Polhukam. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan polisi telah mengamankan sejumlah pendemo yang diduga berperan sebagai provokator. Salah satunya ditemukan dari pendemo amplop uang berisi total Rp6 juta.

"Yang diamankan ini kita lihat, termasuk yang di depan Bawaslu ada juga yang kita amankan juga ditemukan di mereka amplop yang berisi uang totalnya hampir kurang 6 juta yang terpisah amplop-amplopnya karena mereka mengaku ada yang membayar," jelas Kapolri kepada wartawan di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

"Dan kemudian kita juga melihat juga, mohon maaf sebagian dari pelaku yang melakukan aksi anarkis ini juga memiliki tato," tambah Kapolri.

Pernyataan Kapolri memperjelas ucapan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Moch. Iqbal yang menyebut petugas mengamankan satu unit ambulans berisi batu dan sejumlah uang.

Beberapa barang bukti yang dikumpulkan, polisi mengamankan satu buah ambulans dengan logo partai. Setelah diperiksa, ambulans itu berisi batu dan alat-alat. Ada juga amplop berisi uang dalam mobil itu. Namun polisi enggan menyebut milik partai apa ambulans itu.

"Sudah kami sita. Polisi sedang mendalami hal ini," kata Iqbal.

"Dari rangkaian tadi, peristiwa dini hari tadi adalah bukan massa spontan. Ini adalah peristiwa by design, settingan," kata Iqbal.

Usut punya usut, ambulans itu bernomor polisi B 9686 PCF terparkir di area parkir gedung Resmob Polda Metro Jaya. Di kaca depan ambulans tertempel stiker bertuliskan Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra) Kota Tasikmalaya.

Di kaca belakang, terpampang gambar pasangan capres-cawapres nomor urut 02, dan tulisan Adil Makmur bersama Prabowo-Sandi.

Sementara bagian dalam ambulans terlihat berantakan, kabel yang semrawut, karpet berwarna biru, serta jaket hitam.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya tengah mendalami apakah dalam kerusuhan itu ada keterlibatan parpol atau tokoh parpol tertentu.

Dedi mengatakan ambulans telah diamankan. Ambulans maupun barang temuan di dalamnya akan dijadikan petunjuk untuk mendalami kerusuhan yang terjadi.

"Tentunya nanti para saksi yang mengetahui tentang skenario itu akan diminta keterangan. Kalau ada keterlibatan partai politik akan didalami terus siapa aktor intelektual di balik itu semua," jelasnya.

Reporter: Putu Surya [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini